OJK NTT Tunggu Usulan

KEPALA Kantor Otoritas Jasa Keuangan NTT ( OJK NTT), Robert Sianipar menanggapi mutasi jajaran direksi Bank NTT

ISTIMEWA
Kepala OJK NTT, Robert Sianipar bersama seluruh LJK se-Kabupaten Alor dengan Bupati Alor, Amon Djobo di Kalabahi, Rabu (21/8/2019). 

POS-KUPANG.COM - KEPALA Kantor Otoritas Jasa Keuangan NTT ( OJK NTT), Robert Sianipar menanggapi mutasi jajaran direksi Bank NTT. Menurut Robert, OJK belum menerima hasil RUPS PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT. Sesuai regulasi, hasil RUPS harus dilaporkan ke OJK.

"Menyikapi informasi adanya pergeseran direksi dari hasil RUPS, maka kita kembali RUPS itukan forum tertinggi. Tujuannya menerima pertanggungjawaban dari direksi dan dewan komisaris, terutama direksi terkait kinerja tahun lalu," katanya saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (7/5/2020).

Ratusan Warga Kelurahan Wae Kelambu Kabupaten Mabar Terima BLT

"Tentu kalau misalnya laporan pertanggungjawaban diterima lalu pemegang saham melihat ada yang tidak tercapai, itu sah-sah saja. Pemegang saham melakukan kebijakan-kebijakan atau rotasi dimungkinkan sesuai ketentuan," sambung Robert.

Pada prinsipnya, lanjut Robert, bila mengacu pada undang-undang perseroan terbatas maka pemegang saham mempunyai kewenangan untuk mengangkat atau memberhentikan.

Satgas Covid-19 Kelurahan Fontein Patroli, Minta Pelaku Perjalanan Periksa dan Isolasi Mandiri

"Kita juga menunggu siapa yang diajukan. Karena untuk menjabat dua posisi tersebut harus melalui fit and proper test. Jadi belum diterima secara resmi siapa yang diajukan menjadi direktur utama dan direktur kepatuhan. Informasi informal kita terima adanya rotasi tetapi tentunya kita menanggapi segala sesuatu bila ada penyampaian secara resmi," ujar Robert.

Terkait dampak mutasi, Robert mengatakan, tentu sudah melalui kajian pertimbangan. Selama ini ada dewan komisaris yang mengawasi, sudah ada catatan dan kajian yang disampaikan kepada pemegang saham.

"Jadi sudah dipertimbangkan segala dampaknya. Siapa yang menjabat dan siapa yang di-rolling, sudah dipertimbangkan kondisi dan tantangan sekarang ini," ujarnya.

Menyinggung NPL Bank NTT mencapai 4,2 persen, Robert berharap agar data terakhir tidak sampai 5 persen. Apalagi situasi saat ini banyak nasabah yang terdampak. "Semoga dengan penyegaran ini ada strategi yang diterapkan," harap Robert.

Sementara itu, Ketua Komite Remunerasi dan Nominasi Bank NTT, Frans Gana menyampaikan direksi dan Plt Dirut Bank NTT dapat melengkapi segala persyaratan dokumen. Karena nanti akan ada Penilaian Kepatutan dan Kelayakan (PKK) sesuai peraturan OJK untuk menduduki jabatan baik yang dirotasi atau menduduki dirut definitif.

"Kami akan konsolidasi dan koordinasi untuk memberikan arahan kepada para direksi segera menyiapkan segala dokumen dan kelengkapan administrasi lainnya untuk segera diajukan kepada OJK, agar dilanjutkan dengan PKK," kata Frans Gana, Rabu (6/5).

Apabila sudah ada persetujuan, lanjut Frans Gana, baru dilantik oleh PSP sesuai amanat RUPS. "Bila tidak lolos maka akan dibuka lagi, baik secara internal maupun eksternal sesuai keputusan RUPS," ujarnya. (yen)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved