Warga Desa di Kabupaten Ende Belum Terima BLT, Apa Kendalanya?
Hingga saat ini warga desa di Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) belum menerima bantuan langsung tunai (BLT) dari dana desa.
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
Warga Desa di Kabupaten Ende Belum Terima BLT, Apa Kendalanya?
POS-KUPANG.COM | ENDE -- Hingga saat ini warga desa di Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) belum menerima bantuan langsung tunai (BLT) dari dana desa.
Dikonfirmasi POS-KUPANG.COM Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Albert Yani, Rabu (6/5/2020) mengatakan, dana desa yang dialokasikan untuk BLT belum dicairkan karena masih terkendala verifikasi data penerima BLT dan rencana program pemerintah desa (RKPDes) belum final.
Menurutnya ada 225 Desa di Kabupaten Ende dan semuanya belum menyalurkan BLT. "Kami sudah turun lakukan sosialisasi dan pendampingan tapi masih berproses, ada sekitar 50 desa belum final RKPDes dan verifikasi data penerima BLT," ungkapnya.
A. Yani katakan, untuk yang sudah final pun belum ada kepastian dari pihak desa, karena proses pendataan dilakukan oleh relawan Covid-19 di desa.
Data dari relawan Covid-19 tersebut, kata dia, masih harus dibawa dalam musyawarah desa, dikukuhkan dengan SK kepala desa tentang penetapan nama-nama penerima BLT.
"Jadi kita masih menunggu musyawarah desa tentang penetapan nama-nama penerima bantuan langsung tunai," jelasnya.
Dia katakan, pihaknya sudah beberapa mengirimkan surat ke desa mengenai empat kriteria pokok penerima bantuan langsung tunai dan tiga kriteria tambahan.
"Kriteria tambahan yakni, penderita penyakit kronis, tidak terdata dan yang kehilangan mata pencarian akibat dampak Covid-19," ungkapnya.
• Asisten Pemerintahan Setda Sumba Barat Minta Dinas Sosial Publikasikan Data Penerima Bantuan
• Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes Ikut RUPS Bank NTT Secara Virtual
• Atasi Krisis Air Selama Pandemi, Plan Internasional Distribusikan Air di 45 Desa di Lembata
"Kami berharap musyawarah desa itu dihadiri oleh pihak camat, sehingga bisa menghindari semacam KKN begitu, jadi kita harap hasil musyawarah desa itu final," tambahnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kepala-dinas-pemberdayaan-masyarakat-desa-albert-yani.jpg)