NTT Inflasi 0,07 Persen, Ini Penyebabnya

Nusa Tenggara Timur (NTT) pada April 2020 mengalami inflasi sebesar 0,07 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 103,79.

POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Kepala BPS NTT menyampaikan rilis bulanan melalui live streaming, Senin (4/5/2020). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -Nusa Tenggara Timur (NTT) pada April 2020 mengalami inflasi sebesar 0,07 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 103,79. Kota Kupang mengalami inflasi 0,19 persen, Maumere deflasi 0,06 persen, dan Waingapu mengalami deflasi sebesar 0,80 persen.

Kepala BPS NTT, Darwis Sitorus melalui live streaming, Selasa (5/5) menyampaikan inflasi April 2020 di NTT karena adanya kenaikan indeks harga pada 5 dari 11 kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga terbesar adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang naik sebesar 1,25 persen.

Kelompok pengeluaran lainnya yang naik yakni diikuti kesehatan 0,41 persen, pakaian dan alas kaki 0,33 persen.

Begitu pula di Kota Kupang tingkat inflasi juga didukung oleh tiga komponen tersebut namun untuk perawatan pribadi dan jasa lainnya 1,31 persen, diikuti pakaian dan alas kaki 0,78 dan kesehatan 0,55 persen.

BRI Turunkan Suku Bunga Non KUR Hingga 9 Persen

Untuk kabupaten Sikka tingkat inflasi didukung juga oleh perawatan pribadi dan jasa lainnya, 1,49 persen, diikuti transportasi 0,27. Komponen yang sama juga terjadi di kota Waingapu, dimana perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,62 persen dan transportasi 0,13 persen.

Mengenai ekspor impor, Darwis mengatakan, NTT alami defisit Ekspor pada Maret 2020 senilai 1.064.530 dolar Amerika Serikat (AS) dengan volume sebesar 3.501,4 ton, mengalami penurunan sebesar 27,45 persen dari ekspor Februari 2020 yang sebesar 1.467.212 dolar AS. Nilai ekspor tersebut terdiri dari ekspor migas sebesar 92.003 dolar AS dan ekspor non migas
senilai 972.527 dolar AS.

Komoditas ekspor Provinsi NTT Maret 2020 seluruhnya dikirim ke Timor Leste sebesar 1.064.530 dolar AS, diikuti Vietnam, Jepang, Filipina, Korea Selatan dan negara lainnya.

Darwis menyampaikan komoditas terbesar yang diekspor adalah kelompok komoditas garam, belerang, dan kapur senilai 137.984 dolar AS. Sedangkan untuk impor Maret senilai 8.067.694 dolar AS dengan volume sebesar 19.743,3 ton dengan komoditas impor terbesar Bahan Bakar Mineral yang didatangkan dari Singapura, Italia dan Timor Leste.

Untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Bintang Maret 2020 sebesar 25,19 persen, turun 13,31 poin dibanding TPK Februari yang sebesar 38,50 persen.

Menurutnya, jumlah tamu menginap pada hotel bintang Maret 2020 sejumlah 18.356 orang dengan rincian 17.750 orang tamu nusantara dan 606 orang tamu mancanegara. Rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang pada Maret 2020 selama 1,63 hari. Rata-rata lama tamu nusantara
menginap selama 1,56 hari dan rata-rata lama tamu mancanegara menginap selama 3,73 hari.
Disebutkannya, jumlah penumpang angkutan udara yang tiba di NTT pada Maret 2020 berjumlah 131.449 orang sedangkan penumpang yang berangkat berjumlah 115.427

Ia juga menjelaskan jumlah penumpang angkutan udara yang datang ke NTT pada Maret 2020 sebanyak 131.449 orang sedangkan penumpang yang berangkat sebanyak 115.427 orang. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved