Kapolres Malaka : Kami Amankan Perintah Presiden Turun ke Lapangan
Kapolres Malaka, AKBP Albert Neno menegaskan, safari yang dilakukan bersama Bupati Malaka ke kecamatan dan desa untuk mengamankan p
Penulis: Edy Hayong | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong
POS-KUPANG.COM I MALAKA-- Kapolres Malaka, AKBP Albert Neno menegaskan, safari yang dilakukan bersama Bupati Malaka ke kecamatan dan desa untuk mengamankan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Perintah Presiden kepada Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota, para camat, kepala desa, RT/RW juga jajaran Polri dan TNI untuk turun ke daerah melihat kondisi warga dalam masa pandemi corona.
"Kami dari kepolisian siap amankan perintah Presiden. Ini bukan pemadam kebakaran. Kami ingin lihat kondisi warga. Jika ada yang menghalangi maka itu sama dengan tidak mau rakyat sehat," ujar Kapolres Malaka di Posko Gugus Covid 19 di Desa Sikun, Kecamatan Malaka Barat, Kamis (7/5).
Menurut Kapolres Albert, safari sebulan belakangan yang dilakukan Bupati Malaka bersama unsur Forkopimda merupakan upaya pemerintah dalam melihat kondisi warga terkait pandemi corona.
Upaya ini, katanya, seturut perintah Presiden agar semua pejabat dari Menteri sampai ke RT/RW turun ke lapangan. Karena pemimpin tidak bisa cuma duduk di belakang meja, tapi pastikan kondisi warga apakah baik atau tidak.
"Kalau ada pihak yang menilai safari ini ada tujuan lain bukan karena pandemi corona yang mau tidak mau Forkopimda turun, maka orang itu sama dengan tidak mau rakyat Malaka ini sehat dari corona," tegasnya.
Kapolres Malaka, AKBP Albert Neno mengingatkan warga bahwa virus ini tidak sekedar sakit tapi begitu menyerang tubuh dalam waktu 14 hari tidak tertangangi maka akan meninggal.
"Banyak yang sudah meninggal dunia. Dicermati kematian ini maka virus ini sangat sadis, kejam tidak ada toleransi. Pemkab dan Polri juga TNI tidak cuma duduk di belakang meja. Karena untuk mengetahui kondisi warga maka tidak akan tahu keadaan warga di lapangan," ujarnya.
Sementara Bupati Malaka, SBS menegaskan, pekan lalu presiden perintahkan para menteri, gubernur, bupati/walikota sampai camat, kepala desa, RT/RW untuk turun ke daerah.
Presiden memerintahkan semua harus turun ke lapangan menyisir ke desa,;memastikan kesiapan warga dalam mengantisipasi penyebaran virus corona.
"Kita di Malaka sudah lakukan safari ke beberapa kecamatan sejak sebulan lalu dan saat ini di Malaka Barat. Tugas pemerintah selalu jaga rakyat. Kami pastikan warga di tingkat bawa apakah taati aturan atau tidak," kata SBS.
Menurut Bupati SBS, Pemerintah datang ke desa untuk melihat apakah kondisi warga baik atau tidak. Karena corona ini berdampak pada kematian sangat tinggi. Contoh di Amerika kematian ribuan setiap harinya.
"Saya mau katakan bahwa kehadiran ini sebagai bupati tidak ada kaitannya dengan politik pilkada. Belum ada penetapan pasangan calon oleh KPU. Jangan kait-kaitan dengan politik. Pesan saya melalui camat, kepala desa untuk urus warga baik-baik," pesan SBS.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bupati-malaka-dr-stefanus-bria-seranmph-ketika-masuk-ke-puskesmas-besikama.jpg)