Sabtu, 11 April 2026

Perhitungan Para Pakar, Pendemi Virus Corona Berakhir Juni, Tapi Jangan Senang Dulu Karena Ini

Hal itu disampaikan Yuri menanggapi pernyataan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang memprediksi pandemi Covid-19 berakhir Juni mendat

Editor: Alfred Dama
Freepik.com
100 Pegawai Pabrik Rokok Sampoerna Surabaya Positif Covid-19 Corona Versi Rapid Test 

Perhitungan Para Pakar, Pendemi Virus Corona Berakhir Juni, Tapi Jangan Senang Dulu Karena Ini

POS KUPANG.COM -- Pendemi virus corona atau Covid-19 telah membuat bangsa Indionesia dan negara lain babak belur hampir di semua sendi kehidupan

Upaya pemerintah dengan menerapkan Phisical Distancing , Social Distancing hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) juga belum menunjukan penurunan yang siginifikan jumlah pasien Covid-19 ini

Meski demikian, ada optimisme mengenai akan berakhirnya wabah ini. Para pakar memperhitungkan bahwa pendemi ini akan berakhir bulan Juni nanti

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyatakan, prediksi yang menyebutan penyebaran virus corona berakhir pada Juni 2020 sudah sesuai dengan perhitungan pakar.

Namun, ia mengatakan hal itu sekaligus menjadi tantangan bagi seluruh masyarakat Indonesia dan pemerintah untuk mewujudkannya.

Hal itu disampaikan Yuri menanggapi pernyataan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang memprediksi pandemi Covid-19 berakhir Juni mendatang.

Petugas gabungan memeriksa kendaraan dari luar kota saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Pasteur, Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/4/2020). Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengingatkan masyarakat agar menerapkan PSBB selama 14 hari dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.
Petugas gabungan memeriksa kendaraan dari luar kota saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Pasteur, Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/4/2020). Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengingatkan masyarakat agar menerapkan PSBB selama 14 hari dalam rangka percepatan penanganan Covid-19. ((ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA))

"Ini statement yang mengacu kepada perhitungan para pakar. Ini sesuatu yang bagus karena ini tantangan menurut saya. Ini bukan sebuah janji tapi ini tantangan bersama untuk masyarakat," kata Yuri dalam diskusi yang digelar Medcom.id, Minggu (3/5/2020).

Norman Kamaru Viral Sampai Nekat Keluar dari Dinas Brimob Demi Jadi Artis, Begini Kehidpannya Kini?

Intip Kehidupan Mewah Paramitha Rusady, Artis Berdarah Bangswan ini Tinggal di Rumah Super Mewah

Inilah 25 Aturan Aneh di Korea Utara, Termasuk Larangan Melipat Koran dan Senyum, Bisa Dihukum Berat

Syahrini & Reino Barack Tiba-tiba Jalani Tes Corona bersama ART, Tenaga Medis ke Rumah, Hasilnya?

SOAL dan KUNCI JAWABAN Soal Tentang Kain Batik untuk SMP Belajar dari Rumah TVRI

Karena itu, lanjut Yuri, penting bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan Covid-19.

Ia mengatakan, masyarakat harus menjadi subyek dalam memutus mata rantai penularan virus corona sebab hal itu bergantung pula pada kedisiplinan mereka.

Yuri mengatakan, semakin disiplin masyarakat dalam menjaga jarak fisik dan tidak beraktivitas di luar rumah, maka semakin cepat pula penghentian penyebaran Covid-19 di Indonesia.

"Jadi kita kemudian adalah membawa masyarakat untuk kemudian menyadari bahwa masyarakat adalah subyek dan obyek dari upaya penanggulangan ini," tutur Yuri

"Kita tidak boleh menempatkan masyarakat hanya sebagai obyek. Yang kemudian haya kita jejali bahwa kamu enggak boleh begini, kamu harus begini.

Bukan begitu. Tapi dia sadar betul itu mengapa dia melakukan itu. Saya pikir ini yang menjadi kunci," kata dia.

 Sebelumnya Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, masyarakat Indonesia diharapkan bisa hidup normal kembali pada Juli.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved