Renungan Harian Katolik
Spiritus Est, Qui Vivificat; Rohlah yang Memberi Hidup
Spiritus Est, Qui Vivificat; Rohlah yang Memberi Hidup, simak dan renungkanlah dengan baik
Renungan Harian Katolik
Spiritus est, qui vivificat; Rohlah yang memberi hidup
RD. Maxi Un Bria
Sabtu 2 Mei 2020
Panggilan mengikuti Yesus adalah anugerah. Banyak orang yang datang kepada Yesus tetapi dalam perjalanan mengundurkan diri. Ada banyak alasan tentunya.
Alasan kesehatan, alasan ketidaksesuaian dengan yang dipikirkan sebelumnya atau karena memiliki panggilan dan minat pada bidang hidup yang lain.
“ Sebab banyak yang dipanggil tetapi hanya sedikit yang dipilih “( Mateus 22 :14 ) Sejak pertama para murid Yesus dan para pengikut sudah mengalaminya.
Setelah mendengar pernyataan Yesus tentang Roti Hidup berikut salib dan penderitaan yang mesti dijalani membuat hati sebagian murid dan khalayak yang mengikuti-Nya terganggu. Murid-murid Yesus bahkan berkata “ Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya ? ( Yoh 6 :60 )
Yesus tahu bahwa ada sebagian murid dan para pengikut-Nya yang bersungut-sungut. Yesus juga tahu sejak semula siapa yang tidak percaya dan siapa yang bakal menyerahkan Dia “ ( Yoh 6:64 ) Karena itu Yesus menegaskan bahwa “ Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepada-Nya” ( Yoh 6:65 )
Sekali lagi panggilan mengikuti Tuhan adalah anugerah dari Allah. Setiap orang yang saat ini mengikuti Tuhan menyadari bahwa tanpa Allah dan bimbingan Roh-Nya, semua kehilangan daya dan makna. Sebab “ Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna” ( Yoh 6 :63 ).
Para pengikut Tuhan tidak boleh mengandalkan kekuatannya sendiri. Mereka mesti menyatukan diri dengan Tuhan yang diimani dan mengandalkan kekuatan Tuhan dalam pelayanan. Setiap orang yang memilih dengan sadar untuk mengikuti Yesus dan percaya kepada-Nya memang mesti belajar sepanjang hidup untuk merawat kerohanian dan hubungan personal dengan Tuhan yang telah memanggil.
Hal ini dapat sangat membantu para murid agar tidak terjebak dalam sikap menggerutu, bersunggut-sungut dan mengeluh lalu mengundurkan diri mencari jalan sendiri.
Semoga setiap umat yang telah dibaptis, selalu teguh dalam iman, harapan dan kasih dalam ziarah mengikuti Yesus dimanapun berada.
Doa : Tuhan kepada siapakah kami akan pergi ? Pada-Mulah sabda kehidupan. Rahmatilah kami agar selalu siap sedia mengikuti-Mu dalam suka dan duka, baik di waktu yang menguntungkan maupun ketika kemalangan dan kesulitan menerpa hidup kami. Amin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/romo-maxi-dan-renungan-harian-katolik.jpg)