Kamis, 23 April 2026

Corona di Sumba Timur

Cegah Corona - Kepala ASDP Sape Mengaku Dimarahi Bupati Gidion Mbilijora

Kepala ASDP Indonesia Ferry Cabang Sape, Mukmin mengaku dirinya sempat dimarahi oleh Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Sekda Sumba Timur,Domu Warandoy,S.H,M.Si memimpin rapat di ruang kerjanya, Kamis (30/4/2020) 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Kepala ASDP Indonesia Ferry Cabang Sape, Mukmin mengaku dirinya sempat dimarahi oleh Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora,M.Si. Kemarahan itu menyusul adanya penumpang yang diangkut oleh KMP Cakalang dari Pelabuhan Sape, NTB ke Waingapu.

Mukmin menyampaikan hal ini saat pertemuan di ruang kerja Sekda Sumba Timur, Kamis (30/4/2020).

Pertemuan ini dipimpin Sekda Sumba Timur, Domu Warandoy.

UPDATE Corona di Sikka: 179 Penumpang Eks KM Lambelu Jalani Rapid Test Ketiga

Hadir KSOP Waingapu, Supevisor PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Waingapu NTT, Andre Matte, Kepala ASDP Sape,Mukmin, Kepala Pelni Waingapu,Ilham, Kepala Dishub Sumba Timur,Umbu Jaya Meha, Kepala Pelaksana BPBD Sumba Timur, Mikael Jakalaki dan Sekretaris BPBD Sumba Timur, Sekretaris Dinas Kesehatan Sumba Timur, Tinus Ndjurumbaha dan beberapa pejabat lainnya.

Kabar Sedih! Sri Mulyani Pastikan Tak Ada Kenaikan Tunjangan Kinerja PNS Tahun Ini

Saat diberi kesempatan oleh Domu Warandoy, Mukmin menceritakan kronologi awal dirinya sempat dimarahi oleh Bupati Sumba Timur.

Menurut Mukmin, awalnya dia menerima telepy dari nomor yang belum tersimpan di handphonenya.

"Saat saya ditelepon, pak Bupati tanya kenapa muat penumpang. Saat itu saya jawab itu hoax. Saat itu saya tidak tahu yang telepon itu bapak bupati," kata Mukmin.

Dia menjelaskan, saat dia menjawab bahwa informasi adanya penumpang yang diangkut oleh KMP Cakalang itu hoax, kemudian pak Bupati menyampaikan kepadanya bahwa yang bicara dengannya adalah Bupati Sumba Timur.

"Ini Gidion, Bupati Sumba Timur," ujar Mukmin meniru pernyataan Bupati kepadanya saat itu.
Ketika mengetahui yang menghubunginya adalah Bupati Sumba Timur,maka dirinya langsung menyampaikan permohonan maaf kepada pak Bupati. "Saat itu, saya minta maaf kepada bapak bupati," ujarnya.

Mukmin mengatakan, penumpang yang diangkut KMP Cakalang. 44 orang yang dibawa ke Prailiu untuk diperiksa. Dari jumlah itu ada 41 orang dewasa dan tiga orang bayi.

"Masalah ibu-ibu , saya tanya bahwa dia adalah istri dari sopir truk. Saya koordinasi dengan pihak perhubungan soal adanya ibu- ibu dan bayi dan saya bersikeras untuk pulangkan ke Sape," kata Mukmin.

Menurut Mukmin, di atas kapal itu ada 18 kendaraan dan satu adalah kendaraan memuat obat-obatan untuk Puskesmas di Kodi.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumba Timur, Tinus Ndjurumbaha mengatakan jumlah penumpang 51 orang dengan rincian bahwa perempuan 11 laki-laki 30 dan balita 5, penumpang sebanyak 19, sopir 16, kernek 6 orang. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved