Dampak Covid-19 -Penjualan Aguamor di Waingapu Menurun
Akibat dampak pandemi Corona Virus Disease ( Covid-19), produksi dan penjualan atau pemasaran produk air kemasan dari PD Aguamor menurun
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Akibat dampak pandemi Corona Virus Disease ( Covid-19), produksi dan penjualan atau pemasaran produk air kemasan dari PD Aguamor Waikahingiru Waingapu, Kabupaten Sumba Timur menurun.
Hal ini disampaikan Direktur PD Aguamor Waikahingiru Waingapu, Aner Teli ,Rabu (29/4/2020).
Menurut Aner, adanya pandemi Covid-19 cukup berdampak besar bagi perusahaan yang dipimpinnya, terutama produksi dan penjualan.
• Kodim 1618 TTU Bantu Sembako untuk Petugas Pos Satgas Covid-19 Oenopu
"Untuk air kemasan gelas, biasanya laris saat ada kegiatan seperti pertemuan baik pemerintahan maupun swasta. Tapi adanya pandemi Covid-19 ini semua terjadi penurunan," kata Aner.
Didampingi General Manager PD. Aguamor Waikahingiru, Yersy Mone ,Aner menjelaskan, pemasaran air kemasan gelas yang biasanya diproduksi hingga belasan dos saat ini hanya mencapai 3000-an dos.
Dia mencontohkan,biasanya dalam kondisi normal, produksi air khususnya kemasan gelas, bisa mencapai belasan ribu dos, tetapi saat ini hanya berkisar 2.000-3.000 dos.
• Beras dan Minyak Goreng Bulog Larantuka Bertahan Empat Bulan
Dia juga mengakui, dampak lainnya adalah merumahkan delapan karyawan. "Karena itu, bagi karyawan,kami terpaksa rumahkan delapan orang. Kami sebelum rumahkan, kami lakukan pertemuan internal bersama serikat pekerja buruh di perusahaan ini,kemudian kita konsultasi dengan Dinas Transnaker dan serikat pekerja buruh Sumba Timur ," kata Aner.
Dikatakan, proses merumahkan delapan karyawan itu melalui tahapan-tahapan sesuai aturan yang berlaku.
Bahkan, lanjutnya, perusahaan sebelum merumahkan karyawan, berkonsultasi dengan Dinas Transnaker Kabupaten Sumba Timur dan Serikat Pekerja Buruh Sumba Timur.
"Di Dinas Transnaker kita buat pernyataan bermaterai soal karyawan yang dirumahkan.
Memang sulit kita ambil sikap ini tapi mau tidak mau harus, karena demi perusahaan," katanya.
Dikatakan, dampak dari Pandemi Covid-19 ini sangat dirasakan oleh perusahaan,apalagi seperti perusahaan air minum.
Ditanyai mengapa tidak hanya mengurangi waktu masuk kerja, Aner mengatakan, tawaran itu pernah disampaikan, namun para karyawan itu meminta sendiri agar dirumahkan saja,karena saat dirumahkan mereka bisa mengerjakan sesuatu di rumah mereka.
"Ada karyawan yang minta sendiri untuk istrahat, karena jika pengurangan waktu kerja, makaereka diharuskan masuk," ujarnya.
Dikatakan, kedelapan orang itu berasal dari bagian gudang dan pemasaran. Dalam merumahkan, ia mengatakan, pihaknya selektif, misalnya kalau ada karyawan yang istri atau suaminya bekerja maka bisa kita rumahkan,tapi kalau ada tidak sama sekali,maka perusahaan mempertahankan.
"Bagi karyawan yang dirumahkan,kita juga fasilitasi mereka ke Dinas Transnaker Kabupaten Sumba Timur. Kita sudah masukan nama mereka di Dinas Transnaker dan juga ke BPBD Sumba Timur sebagai karyawan yang terdampak Covid-19," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dampak-covid-19-penjualan-aguamor-di-waingapu-menurun.jpg)