Telkomsel Hadirkan Asset Performance Management, Apa Saja Manfaatnya?

Telkomsel memperkenalkan Asset Performance Management, digunakan untuk memonitor lokasi dan kondisi produk atau aset perusahaan seperti suhu, dan lain

PK/Yen
Telkomsel Menghadirkan “Asset Performance Management” 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Telkomsel menghadirkan sejumlah inovasi dan solusi digital untuk mendukung inisiatif pemerintah dalam mewujudkan "Making Indonesia 4.0".

Telkomsel memperkenalkan Asset Performance Management, suatu solusi end-to-end berbasis IoT yang dapat digunakan untuk memonitor lokasi dan kondisi produk atau aset perusahaan seperti suhu, kelembapan, dan tekanan udara secara real-time.

Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro, dalam siaran pers Selasa (28/4), mengatakan, sebagai roadmap implementasi agenda nasional Making Indonesia 4.0, transformasi di bidang digital sangat diperlukan agar kita dapat mengakselerasikan Revolusi Industri 4.0.

Telkomsel berkomitmen untuk mendukung revolusi industri keempat melalui penerapan teknologi IoT di berbagai industri.

Di Kupang, Harga Cabai Rawit Melonjak Drastis

"Kami memahami bahwa pengelolaan aset merupakan hal yang sangat krusial bagi sebuah bisnis. Oleh karena itu, solusi terbaru ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan produktivitas, dan ketika diimplementasikan secara nasional, solusi ini akan mampu memperkuat daya saing bangsa," tuturnya.

Ia menyampaikan sistem monitoring tradisional masih mengandalkan pengelolaan data secara manual, sehingga tidak efisien, rumit, dan beresiko terjadi kesalahan.

Sedangkan solusi IoT terbaru Asset Performance Management, dapat mendigitalisasi sistem pemantauan asset perusahaan dengan memberikan informasi kondisi aset yang real-time.

"Dengan begitu, perusahaan dapat mengurangi biaya operasional, kesalahan dari human error, serta memastikan kualitas produknya terjaga. Solusi Asset Performance Management ini dapat diimplementasikan pada berbagai industri, seperti industri makanan dan minuman, fast-moving consumer goods (FMCG), farmasi, logistik dan manufaktur yang mana implementasi use casenya seperti cold chain monitoring, inventory management, dan shipment monitoring. (Laporan Reporter POS-KUPANg.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved