Prediksi Pendemi Virus Corona Berakhir di Bebagai Negara , Kabar Baiknya Indonesia Ikut Mereda
Singapore University of Technology and Design (SUTD) meluncurkan sebuah laman yang berisikan prediksi berdasarkan data dari perkembangan selanjutnya h
Prediksi Pendemi Virus Corona Berakhir di Bebagai Negara , Kabar Baiknya Indonesia Ikut Mereda
POS KUPANG.COM -- Pendemi virus corona yang memakan banyak korban manusia kini menjadi hal yang menakutkan di berbagai negara
Virus yang juga disebut Covid-19 ini bukan saja membunuh manusioa tetapi juga menghancurkan sendi berbagai kehidupan antara lain olahraga, ekonomi, budaya dan lainnnya
Dari segi politis, penyakit ini juga membangkitkan solidaritas antara negara namun juga menciptakan saling curiga antara negara
Singapore University of Technology and Design (SUTD) meluncurkan sebuah laman yang berisikan prediksi berdasarkan data dari perkembangan selanjutnya hingga waktu berakhirnya pandemi virus corona di berbagai negara.
Prediksi tersebut dikeluarkan pada 18 April 2020.
Pembaruan selalu dilakukan pada laman tersebut dengan dinamika dari pandemi virus corona yang masih terus terjadi.
Melansir penelitian oleh SUTD tersebut, disebutkan bahwa evolusi dari covid-19 bersifat sangat random.
Seperti pandemi lainnya, virus corona baru ini memiliki pola siklus kehidupan dari wabah menuju fase akselerasi, titik belok, fase deakselerasi, dan titik henti atau akhir.
Tangkapan layar prediksi akhir pandemi virus corona dari Singapore University of Technology and Design (SUTD | https://ddi.sutd.edu.sg/).
Siklus hidup tersebut adalah hasil dari perilaku adaptif dan perlawanan dari agen termasuk individu, pemerintah, serta pembatasan alami dari ekosistem.
Meski demikian, siklus hidup dari virus dapat bervariasi pada negara yang berbeda.
Pola siklus kehidupan pandemi diperkirakan muncul sebagai kurva berbentuk S.
Adapun pola ini beserta dinamika yang mendasari kondisi pandemi di berbagai wilayah seperti pertumbuhan penduduk, difusi teknologi baru, dan penyakit menular, juga telah ditetapkan secara teoritis dalam model matematika yang digunakan.
Pemodelan matematika tersebut termasuk model logistik yang menggambarkan fenomena siklus hidup umum (seperti pertumbuhan penduduk) dan model SIR (susceptible-infected-recovered) yang menggambarkan penyebaran penyakit menular.
Pada penelitian oleh SUTD, kedua model menggabungkan dua parameter yang nilainya menentukan bentuk kurva siklus hidup tertentu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/tenaga-medis-perawat-vs-corona.jpg)