Persija Jakarta
Jakarta Menakutkan, Marco Simic Lihat Ibukota Sepi, Positif Covid-19 Tertinggi di Indonesia, Info
Penyerang Persija Jakarta Marko Simic merasakan perbedaan suasana Ibu Kota setelah ditetapkan warganya yang positif Covid-19 tertinggi di Indonesia
POS KUPANG.COM-- - Penyerang Persija Jakarta Marko Simic merasakan perbedaan suasana Ibu Kota setelah ditetapkan warganya yang positif Covid-19 tertinggi di Indonesia.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah mengeluarkan aturan Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) kepada masyarakatnya di tengah pandemi Covid-19 atau virus Corona.
Selain aturan tersebut, masyarakat di Ibu Kota diminta mengurangi aktivitas di luar rumah dan sebisa mungkin menjalani kegiatan di rumah demi menekan penyebaran Covid-19.

Adanya peraturan tersebut membuat aktivitas di wilayah DKI Jakarta sedikit berkurang dan tidak mengalami kepadatan seperti sebelum-sebelumnya.
Ingar-bingar dan keramaian yang sering terjadi di wilayah DKI Jakarta lambat laun mulai berkurang.
Penyerang asing Persija Jakarta, Marko Simic turut merasakan perbedaan suasana dan kondisi Ibu Kota sudah tidak ramai seperti sebelum-sebelumnya.
Simic memilih bertahan di Jakarta dan tidak kembali ke negara asalnya akibat pandemi Covid-19.

"Tentu sangat aneh melihat Jakarta sepi, saya bahkan sudah tidak keluar rumah hampir 20 hari sejak pertandingan melawan Bhayangkara FC," kata Simic dalam wawancara dengan Persija TV.
Pemain berkebangsaan Kroasia itu dalam beberapa kesempatan menyempatkan diri keluar rumah mengunjungi pusat perbelanjaan.
Namun, situasi di Jakarta sepi dari aktivitas dan kepadatan masyarakat umum.

"Beberapa kali saya sempat pergi ke supermarket untuk belanja kebutuhan dan saya melihat semua sangat sepi, sedikit menakutkan melihatnya," tambahnya.
Simic mengakui kondisi tersebut membuatnya sedih dan khawatir melihat keadaan Jakarta dan kota-kota lain di dunia tidak seramai seperti sebelumnya.
Pandemi Covid-19 membuat masyarakat harus lebih banyak bertahan di rumah untuk menghindari penyebaran yang semakin meluas.

"Sangat menyedihkan, saat melihat keadaan di kota ini dan kota lain di dunia sesepi ini tentu sangat menyedihkan untuk saya," ucap Simic.
Lebih lanjut, penyerang berusia 32 tahun itu berharap kepada masyarakat bisa menaati setiap peraturan yang dikeluarkan pemerintah.