Skenario Belajar dari Rumah hingga Akhir Tahun
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) telah mempersiapkan skenario Belajar dari Rumah (BDR) hingga akhir tahun ini
Hetifah menegaskan mendukung skenario jangka panjang, sehingga nantinya bisa mempersiapkan lebih dini untuk segala kemungkinan.
"Intinya sih oke.kita senang kalau ada pemikiran yang lebih jangka panjang. Tapi kalau bisa, coba dievaluasi juga terkait situasi sekarang seperti apa. Karena sepertinya masih banyak kekurangan juga yang harus diperbaiki, harus ditambal," tandasnya.
Google Bantu 700 Juta Siwa
Google meluncurkan situs " Mengajar dari Rumah " versi bahasa Indonesia, untuk membantu para pengajar dan siswa melakukan pembelajaran jarak jauh selama wabah Covid-19.
Inisiatif tersebut dikembangkan oleh Google for Education, yang didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud).
Staf Khusus Kemendikbud Bidang Pembelajaran, Iwan Syahril mengatakan, dengan adanya inisiatif ini diharapkan ekosistem pendidikan Indonesia semakin terpacu dalam menggunakan teknologi dalam belajar.
"Para pengajar dan siswa bisa mengakses materi pelajarannya di g.co/mengajardarirumah serta situs Bersama Hadapi Korona milik Kemendikbud," ucap Iwan dalam keterangannya, Kamis (16/4/2020).
Sementara itu menurut Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf, lebih dari 700 juta siswa yang tidak bisa pergi ke sekolah, termasuk 62 juta siswa yang terkena dampak Covid-19 di Indonesia.
"Kondisi ini memberikan tekanan besar terhadap keluarga, sekolah, dan para guru yang selama ini berjasa besar dalam menumbuhkan minat anak untuk belajar," ucap Randy.
Ia menambahkan, pihaknya ingin membantu dalam cara apapaun yang bisa dilakukan, agar para siswa dan pengajar dapat melakukan pembelajaran dari rumah. "Bersama dengan REFO Indonesia, komunitas Google Grup Pengajar, dan Kemendikbud juga telah meluncurkan webinar, untuk membantu pengajar dan orang tua dalam strategi pembelajaran jarak jauh menggunakan solusi G Suite for Education," ujar Randy.
Anak Stres
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mengungkapkan banyak anak-anak yang mengalami stres setelah menjalani pembelajaran oleh orang tua di rumah. Selama pandemi corona, sekolah di tanah air menerapkan kebijakan belajar dari rumah (BDR).
"Banyak anak anak yang mengalami stres, tertekan. Salah satunya adalah kadang di dalam cara orang tua menghadapi putra putri tercinta para orang tua sekarang harus menjadi guru tiba-tiba di dalam rumah," ujar Seto di Kantor BNPB, Sabtu (25/4/2020).
Menurut Seto, para anak-anak tertekan karena cara orang tua yang melakukan pemaksaan dalam memberikan pembelajaran agar anaknya mengerti.
"Dan kemudian mencoba untuk menjelaskan, menerangkan, kadang kadang memaksa hal ini dicapai oleh putra putri sendiri sehingga akhirnya yang muncul adalah anak-anak tertekan," ucap Seto.