Ramadan 2020

Kapan Waktu Terbaik Berolahraga Saat Puasa, Sebelum atau Sesudah Berbuka?

Kapan Waktu Terbaik Berolahraga Saat Puasa, Sebelum atau Sesudah Berbuka? Ketahui baik dan buruknya

Net
Ilustrasi 

Kapan Waktu Terbaik Berolahraga Saat Puasa, Sebelum atau Sesudah Berbuka?

POS-KUPANG.COM - Puasa bukan suatu hal untuk menghalangi anda berolahraga. Namun ketahui kapan waktu terbaik anda harus berolahraga.
Salah waktu bisa bikin batal puasa. Apalagi rasa haus akan menghampiri ketika tengah berolahraga.
Pasalnya, tubuh kehilangan banyak cairan saat melakukan aktivitas fisik. Namun jangan jadikan hal itu alasan, kita tetap bisa olahraga di bulan puasa.

Meski begitu kita harus pintar-pintar memilih olahraga yang tepat sehingga tidak merugikan diri sendiri. Salah satu hal yang penting untuk dipertimbangkan adalah memilih waktu dan tempat yang tepat untuk berolahraga.

5 Cara Memasak Sayur Supaya Gizinya Tak Hilang Agar Tubuh Tetap Sehat Selama Pandemi Virus Corona

Lantas, kapan waktu terbaik untuk melakukan olahraga? Olahraga di bulan puasa, sebaiknya setelah buka atau justru sebelum buka puasa?

Dikutip dalam laman Islamicity, olahraga saat puasa akan menyebabkan kenaikan yang signifikan pada hormon kortisol (hormon stres), terlebih jika dilakukan dalam intensitas tinggi.

Selain itu, olahraga yang dilakukan dalam keadaan dehidrasi juga bisa menurunkan daya tahan tubuh secara drastis.

Jadi, olahraga setelah buka puasa disebut sebagai waktu terbaik. Hal ini dikarenakan tubuh sudah mendapatkan asupan energi kembali dari makanan dan minuman yang dikonsumsi saat berbuka.

Waspada! Cuaca Ekstrem, Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Hari ini,Minggu 26 April 2020, Cek Daerahmu!

Sedangkan menurut dr. Michael Triangto, SpKO, menentukan kapan waktu terbaik untuk melakukan olahraga saat puasa tergantung pada tujuan olahraga itu sendiri. Itu sebabnya, kita perlu menetapkan terlebih dahulu apa tujuan dari melakukan olahraga tersebut.

Jika tujuan berolahraga untuk kesehatan dan penyegaran, maka olahraga jangan dilakukan di sore hari.

Pasalnya jika olahraga dilakuan sore atau malam hari, maka kita tidak akan mendapatkan efek kesegaran karena udara sudah tercampur dengan polusi udara.

Agar mendapatkan manfaat kesegaran, kita bisa melakukan olahraga setelah sahur ataupun setelah salat subuh saat udara masih asri dan segar. Tentunya olahraga yang dilakukan adalah jenis olahraga yang ringan seperti jogging, jalan cepat dan bersepeda.

Sedangkan jika alasan berolahraga dengan tujuan untuk melatih otot dan sekadar mengeluarkan keringat, maka bisa melakukan olahraga beban ataupun kardio yang bisa dilakukan di malam hari selama 30 sampai 60 menit atau boleh juga dilakukan ketika menunggu berbuka puasa.

Baca juga: 7 Cara Menyiasati Agar Tak Dehidrasi Saat Puasa

Pada dasarnya, untuk melakukan olahraga di bulan puasa kita harus mengetahui kondisi tubuh dan kesehatan sendiri. Pasalnya kebugaran setiap individu berbeda-beda.

Ada orang yang memang mampu melakukan olahraga saat berpuasa dan ada juga yang baru bisa melakukan olahraga setelah buka puasa.

Hal yang harus diperhatikan saat melakukan olahraga di bulan puasa

Jangan terlalu memaksakan diri untuk berolahraga, ada baiknya kenali tubuh sebelum memutuskan untuk berolahraga. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan olahraga selama bulan ramadan, adalah:

  • Luangkan waktu untuk olahraga sekitar 30 menit sampai maksimal 60 menit. Jangan lupa untuk berolahraga secara konsisten dan rutin.
  • Lakukan olahraga kardiovaskular dengan intensitas ringan seperti berjalan kaki dan bersepeda.
  • Selain itu kita juga bisa melakukan aktivitas latihan otot yang sederhana. Hal ini bisa membantu membakar kalori, meningkatkan stamina, meregangkan otot-otot, meningkatkan fleksibilitas dan detoksifikasi.
  • Jangan melakukan olahraga dengan intensitas tinggi seperti lari jarak jauh, angkat beban dan olahraga berat lainya karena dapat menyebabkan cedera sendi atau otot. Bahkan hal tersebut juga bisa menyebabkan komplikasi seperti tekanan darah rendah, hipoglikemia dan pusing.
  • Perbanyak asupan cairan saat berbuka dan sahur. Minumlah air kelapa untuk meningkatkan elektrolit di tubuh, dan mengoptimalkan fungsi jantung, serta saraf otot.
  • Perhatikan asupan nutrisi dan porsi makanan yang akan dikonsumsi untuk berbuka dan sahur. Terlebih hindari mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi seperti gorengan dan santan agar olahraga yang dilakukan berhasil.
  • Jangan lanjutkan olahraga jika merasa lemas, pusing atau sakit meskipun sudah menurunkan intensitas latihan.
  • Cukupi waktu tidur selama Ramadan, pasalnya waktu tidur yang kurang akan mempengaruhi kinerja tubuh.(*)
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved