Selasa, 5 Mei 2026

Corona Virus

Presiden Jokowi Minta Bantuan Amerika Pengadaan Ventilator, Harga Pemasangan 1 Ventilator Rp 1 M

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta ventilator kepada dirnya.Menurut Trump, permintaan it

Tayang:
Editor: Ferry Ndoen
tribunnews
ventilator sederhana buatan UMKM untuk pasien covid 

POS KUPANG.COM-- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta ventilator kepada dirnya.

Menurut Trump, permintaan itu disampaikan Jokowi melalui sambungan telepon.

Trump mengungkapkan isi pembicaraan soal permintaan ventilator itu melalui postingan di akun twitternya pada Jumat (24//4/2020) malam.

Tim medis memberikan kode kepada salah satu pasien virus corona. Dokter di Wuhan mengisahkan bagaimana suka duka mereka dalam merawat pasien yang positif terkena virus.
Tim medis memberikan kode kepada salah satu pasien virus corona. Dokter di Wuhan mengisahkan bagaimana suka duka mereka dalam merawat pasien yang positif terkena virus. (Xinhua via SCMP)

"Baru saja berbicara dengan teman saya, Presiden Indonesia, Joko Widodo. Ia meminta ventilator, yang akan kami sediakan. Kerjasama yang hebat di antara kami," tulis Trump di akun twitternya, @realDonaldTrump. 

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan berapa ventilator yang dipesan oleh Jokowi.

Pihak Istana Kepresidenan juga belum memberikan tanggapan terkait pernyataan Trump.

Masih dalam cuitannya, Trump menyebut tak hanya Indonesia yang meminta ventilator ke AS.

Negara lain, Honduras juga memesan ventilator ke AS.

Pemerintah Cina sebut vaksin virus corona akan tersedia di bulan april.
Pemerintah Cina sebut vaksin virus corona akan tersedia di bulan april. (via Bolasport.com)

"Baru saja berbicara dengan Presiden Juan Orlando Hernandez dari Republik Honduras. Kami bekerja sama dengan erat di Perbatasan Selatan. Akan membantunya dengan permintaan Ventilator dan Pengujian.," tulis Trump.

Penjelasan soal Ventilator

Dikutip dari TribunTimur, ventilator adalah alat bantu pernafasan terakhir untuk pasien. 

"Ventilator itu merupakan alat bantu nafas terakhir yang melibatkan, memasukkan tabung ke tenggorokan pasien," ujar Dr. dr. Hisbullah, SpAn, via telepon, Senin (30/3/2020).

Ventilator mekanis dapat membantu seseorang yang tidak lagi bisa bernafas tanpa bantuan.

Apalagi pada umumnya penderita Virus Corona meninggal karena gagal pernafasan.

"Apabila tidak ada ventilator akan menjadi masalah besar. Kalaupun ada ventilator, tidak menjamin dia bisa diselamatkan," katanya.

KABAR BAGUS! Pasien Corona Sembuh Terus Meningkat, Sampai Rabu Sore 103 Pasien Covid-19 Sembuh
KABAR BAGUS! Pasien Corona Sembuh Terus Meningkat, Sampai Rabu Sore 103 Pasien Covid-19 Sembuh ((AFP/STR/CHINA OUT via Kompas.com)

Tribunnews ()
Ventilator hanya berfungsi semburan saja, membantu dia bernafas, sambil menunggu penyakitnya itu sembuh.

Namun yang menjadi permasalahan, ventilator hanya ada di ICU dan tidak bisa disetting di tempat lain.

Sementara pasien Covid-19 ini ditempatkan di ruang khusus atau isolasi.

"Tidak memungkinkan pada saat pasien Covid-19 ini gagal nafas dibawa ke ICU. Itukan akan mencemari pasien di ruang ICU itu," jelasnya.

Menurutnya, idealnya di ruang isolasi itu ada ventilator sendiri.

"Tapi itu agak susah disetting, karena perangkat untuk membangun ventilator itu sangat mahal. 1 ventilator Rp 1 miliar," ujarnya.

Sampai saat ini, baru ruang infection Center di RSUP Wahidin Sudirihusodo yang memiliki ventilator sendiri.

"Di dalamnya kapasitasnya tidak banyak. Kalau tidak salah hanya ada tiga ventilator. Tidak tahu kalau dia buka lagi," ujarnya.

Sementara di RS lain seperti RS Plamonia atau yang lain memang tidak bisa.

"Karena tidak ada instalasi khususnya. Tapi saya tidak tahu di RS Sayang, apakah dibangun instalasi khusus lengkap dengan ventilatornya," katanya.

Dua peneliti dari Institut Virologi Wuhan tengah melakukan penelitian. Laboratorium tersebut disebut meneliti kelelawar dari goa yang diduga merupakan asal patogen virus corona.
Dua peneliti dari Institut Virologi Wuhan tengah melakukan penelitian. Laboratorium tersebut disebut meneliti kelelawar dari goa yang diduga merupakan asal patogen virus corona. ((Institut Virologi Wuhan via Daily Mail))

Berbeda dengan RSUD Daya Makassar, memang ada satu gedung yang difungsikan di sana.

"Ada sekitar 3 ventilator di sana. Jadi masalah instalasi ini tidak sembarang dia bisa ditolong. Ada perangkatnya yang rumit. Kalau dengan membangun gedung dan instalasi lengkap fasilitasnya lebih besar lagi biayanya," katanya.

Kenangan Gelandang Serang Persib Bandung Ketika Mencetak Gol saat Ramadan, di Rumah Sedih Info

Seperti wahidin infection center dipusatkan penyakit menular, seperti TBC, HIV. "Nah kalau gagal nafas adaji siap tapi itu untuk reguler," ujarnya.

Tiba-tiba ada wabah Covid-19, kapasitasnya tidak mencukupi.

"Kalau misalnya ada yang terventilator di dalam, lalu ada gagal nafas diluar. Itu yang biasaya meninggal," katanya.

Makanya, masyarakat harus tahu, bisa physical distancing agar tidak jadi PDP, atau positif corona.

"Makanya masyarakat harus mengerti keadaan. Tidak seimbang antara pasien dengan fasilitas dan medik yang ada," jelasnya.(*)

(Tribunnews.com/Daryono) (TribunTimur/Muhammad Fadhly Ali)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Jokowi Minta Bantuan AS untuk Pengadaan Ventilator, Pemasangan 1 Ventilator Seharga Rp 1 Miliar, https://jabar.tribunnews.com/2020/04/25/jokowi-minta-bantuan-as-untuk-pengadaan-ventilator-pemasangan-1-ventilator-seharga-rp-1-miliar?page=all.

Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved