Jumat, 10 April 2026

Pelaku Perjalanan di Sumba Timur 3.730 Orang

Pelaku perjalanan di Kabupaten Sumba Timur sampai saat ini sebanyak 3.730 orang. Dari jumlah tersebut, 1.967 orang

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Kadis Kesehatan Sumtim, dr.Chrisnawan Try Haryantana didampingi Direktur RSUD Umbu Rara Meha,Lely Harakai,M. Kes, dr. Anri Widyawati Sp.Paru dan Kabid P2P, Jonker Litelnoni,S. KM saat jumpa pers di Posko Penanganan Covid-19, Jumat (24/4/2020) malam. 

Pelaku Perjalanan di Sumba Timur 3.730 Orang

POS-KUPANG.COM|WAINGAPU -- Pelaku perjalanan di Kabupaten Sumba Timur sampai saat ini sebanyak 3.730 orang. Dari jumlah tersebut, 1.967 orang masih melakukan karantina mandiri.

Hal ini disampaikan Kepala dinas Kesehatan Sumtim, dr.Chrisnawan Try Haryantana saat Jumpa pers ini berlangsung di Posko Percepatan Penanganan Covid-19 Sumba Timur, Jumat (24/4/2020) malam.

Hadir pada saat itu, Sekretaris Dinkes Sumtim, para kepala rumah sakit dan sejumlah dokter.

Menurut, Chrisnawan, sesuai data sejak tanggal 25 Maret 2020 hingga 24 April 2020, jumlah Pelaku Perjalanan di Kabupaten Sumba Timur sebanyak 3.730 orang.

"Jumlah yang masih dipantau sebanyak ,1.967 orang dan yang sudah selesai dipantau sebanyak 1.763 orang," kata Chrisnawan.

Didampingi Direktur RSUD Umbu Rara Meha,Lely Harakai,M. Kes, dr. Anri Widyawati Sp.Paru dr, Kabid P2P Dinkes Sumba Timur, Jonker H.A. Telnoni,SKm, Chrisnawan menjelaskan, ODP di Sumba Timur sebanyak 136 orang, selesai dipantau sebanyak 87 orang sehingga jumlah saat ini sebanyak 49 orang.

Sedangkan, jumlah PDP di Sumba Timur sebanyak 2 orang yang mana saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD Umbu Rara Meha.

"Kalau orang tanpa gejala (OTG) yang ada di Sumba Timur ada 4 orang dan saat ini masih dalam pemantauan," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Chrisnawan juga mengatakan, dari hasil Rapid Test terdapat enam orang positif atau reaktif Covid-19.

Tapi pemeriksaan swab belum ada hasil, karena kami baru kirim sampelnya ke Surabaya" kata dr. Chrisnawan.
Dia mengatakan,rapid test itu belum bisa dinyatakan positif, karena harus ada pemeriksaan lanjutan berupa pemeriksaan swab.

Hasil positif rapid test tidak serta merta menyimpulkan seseorang itu menderita Covid.

"Kita sampaikan agar tidak ada diskiriminasi penolakan terhadap orang yang dirapid test. Meskipun rapid test tidak dipakai, tapi pemeriksaan ini dibutuhkan juga dalam rangka memutuskan mata rantai Covid-19," katanya.

Dikatakan, dari enam pelaku perjalanan yang reaktif itu, lima orang dari Grogol ,Jakarta. Sedangkan satu orang juga adalah warga Sumba Timur tapi karena dari Jakarta memeriksakan kesehatan dan saat pulang dirapid test ternyata positif.

"Kami imbau agar kita semua menaati protokol Kesehatan, instruksi pemerintah,baik pusat, provinsi , kabupaten dan kota. Menggunakan masker jika keluar rumah, selalu mencuci tangan," ujarnya.

Dia mengatakan, imbauan lain yakni agar tetap tinggal di rumah, membatasi kerumunan,menghindari keramaian, menjaga jarak, konsumsi makanan bergizi, olah raga cukup.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved