Kabar Artis
Ahmad Dhani Angkat Suara Soal Kebijakan Yasonna Laoly, Suami Mulan Jameela Ungkap Kondisi di Penjara
Ahmad Dhani angkat suara soal kebijakan yang diambil Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly di tengah Pandemi Corona.
Ahmad Dhani Angkat Suara Soal Kebijakan Yasonna Laoly, Suami Mulan Jameela Ungkap Kondisi di Penjara
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Ahmad Dhani angkat suara soal kebijakan yang diambil Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly di tengah Pandemi Corona.
Seperti diketahui pemerintah melalui Kemenkum HAM membebaskan para narapidana karena virus corona (Covid-19).
Suami Mulan Jameela yang juga merupakan eks napi itu bahkan mengungkap kondisi yang ada di dalam penjara.
Karena telah melihat langsung kondisi penjara yang penuh sesak, Ahmad Dhani menganggap kebijakan asimilasi yang diterapkan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) adalah langkah yang tepat.
Dhani menganggap, keputusan Yasonna membebaskan 30 ribuan narapidana di tengah pandemi Virus Corona ini sebagai langkah yang tepat
"Saya pernah mendapatkan perlakuan 'khusus' oleh Yasona sebagai tahanan politik. Tapi itu tidak mengaburkan objektivitas saya sebagai manusia yang berakal sehat dalam berasumsi.
Saya mungkin masih sakit hati, tapi keputusan untuk melepas 30 ribu napi itu adalah keputusan yang tepat," kata Dhani di Jakarta, Selasa (21/4/2020).
Dhani menyebut, ada beberapa alasan dirinya mendukung pembebasan napi terkait asimilasi dan integrasi pemerintah.
Pertama, rutan dan lapas sudah over kapasitas, 300 sampai 400 persen.
"Jadi tidak mungkin diberlakukan social distancing di lokasi yang over capacity dan penuh sesak itu," ujar Dhani.
Faktor lain yang didukung Dhani, adalah masalah penanganan kesehatan di rutan dan lapas tidak seperti di rumah sakit biasa yang tidak butuh birokrasi.
Terlebih, didalam lapas atau rutan itu sendiri, dihuni ribuan orang dengan berbagai jenis penyakit.
"Jadi tahanan atau napi yang sakit asam lambung saja bisa tewas seketika hanya karena sibuk urus birokrasi dulu," ungkapnya.
Suami Mulan Jameela ini juga meminta kepada Menteri Yasonna untuk melepas semua tahanan narkoba yang terbukti hanya pemakai.