IDI Cabang TTU Bantu APD Untuk 26 Puskesmas
Penyerahan secara simbolis bantuan yang bertujuan untuk membantu para petugas medis supaya terhindar dari penyebaran covid-19
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
IDI Cabang TTU Bantu APD Untuk 26 Puskesmas
POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Timor Tengah Utara (TTU) membantu Alat Perlindungan Diri (APD) bagi para petugas medis di 26 puskesmas yang ada di daerah tersebut.
Penyerahan secara simbolis bantuan yang bertujuan untuk membantu para petugas medis supaya terhindar dari penyebaran covid-19 itu dilaksanakan di salah satu apotik di Kota Kefamenanu pada, Selasa (21/4/2020).
Berdasarkan pantauan, bantuan APD tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris IDI Cabang TTU, dr. Maria Clemensiana Baba kepada perwakilan dokter dari beberapa puskesmas yang sempat hadir pada saat itu.
Usai menyerahkan bantuan tersebut, Sekretaris IDI Cabang TTU, dr. Maria Clemensiana Baba mengatakan bahwa, bantuan APD bagi para dokter di 26 puskesmas tersebut berawal dari kerja sama yang baik antara IDI Cabang TTU dengan Gerakan Gabungan Alumni dan Mahasiswa FKIK Unika Atma Jaya.
"Jadi awalnya kami membantu mengkomunikasikan kondisi TTU yang sangat minim APD dengan beberapa teman saya yang saya kenal, untuk membantu APD lewat Gerakan Gabungan Alumni dan Mahasiswa FKIK Unika Atma Jaya sehingga bisa tersalurkan sampai ke kita di TTU," ujarnya.
dr Maria menambahkan, jika nantinya terdapat covid-19, walaupun masih berstatus ODP dan PDP, para petugas harus memakai APD yang lengkap sehingga tidak ada alasan bagi para dokter dan tenaga medis yang mengatakan minim APD.
"Sehingga tidak ada alasan bagi dokter untuk tidak menanggulangi teman-teman atau pasien yang sudah positif atau ODP maupun PDP," ujarnya.
dr. Maria menjelaskan, bantuan APD tersebut diprioritaskan khusus bagi para dokter yang berada di 26 puskesmas yang ada di Kabupaten TTU, sebab bantuan APD tersebut berasal dari IDI Cabang TTU.
"Jadi yang datang ini ada 26 dus dan kita prioritaskan untuk teman dokter karena bantuan ini bantuan dari IDI TTU," terangnya.
dr. Maria mengaku, bantuan APD tersebut diberikan kepada dokter yang ada di 26 puskesmas karena puskesmas merupakan central pelayanan awal dan menjadi garda terdepan dalam melakukan proses penanganan awal covid-19.
"Sebab, kalau memang pasien tersebut sudah masuk ODP dan PDP baru kita rujuk ke rusunawa melalui konfirmasi dengan tim satgas covid-19 TTU," ujarnya.
• Dua Pemuda Pelaku Perjalanan Dalam Pemantauan di Ende Dijemput Paksa Petugas Gara-gara Hal Ini
dr. Maria mengharapkan, dengan adanya bantuan APD yang lengkap tersebut, maka pasien covid dapat dideteksi lebih awal, sehingga tidak ada alasan bagi para dokter untuk menolak menangani pasien ODP dan PDP dengan alasan tidak tersedianya APD. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)