Imbas Corona, 73 Mal di Tutup Sementara, 150.000 Pekerja Mal Terancam Dirumahkan, Simak Beritanya
Pekerja di Pusat Perbelanjaan (Mal) Jawa Barat yang diperkirakan berjumlah sekitar 150.000 Pekerja dari sedikitnya 73 Pusat Perbelanjaan terancam di
POS KUPANG.COM-- -- Pekerja di Pusat Perbelanjaan (Mal) Jawa Barat yang diperkirakan berjumlah sekitar 150.000 Pekerja dari sedikitnya 73 Pusat Perbelanjaan terancam dirumahkan.
Fakta itu terkait dengan imbas virus corona dimana warga disarankan di rumah saja, hal itu berakibat penutupan sementara Pusat Perbelanjaan saat pandemi Covid-19.
Mal-mal itu rata-rata sudah tutup sementara sejak akhir Maret, sehingga terdampak terhadap industri pusat perbelanjaan maupun pekerjanya.
• 10 Lagi THR PNS Bakal Cair Sebelum Lebaran, Ini Besaran Diterima ASN, TNI, dan Polri, Simak Info
Ratusan karyawan Ramayana Depok menangis karena di PHK viral di media sosial beberapa waktu lalu (istimewa)
Bahkan pekerja di pusat perbelanjaan terancam dirumahkan hingga terpaksa sampai kepada pemutusan hubungan kerja (PHK), mengingat belum diketahui juga sampai kapan penutupan sementara berlangsung.
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD Jawa Barat, Arman Hermawan menyatakan bahwa hampir semua pusat perbelanjaan telah melakukan penutupan sementara.
• Remdesivir, Obat Baru Harapan Para Penderita Covid-19, Ini Keampuhannya
Mreka juga terus mengurangi aktifitas pelayanan. Hal itu mencakup pusat perbelanjaan modern maupun yang semi modern (trade center).
Untuk se-Jawa Barat ada sedikitnya 73 pusat perbelanjaan, dari situ ada sekitar 150.000 pekerja yang terancam dirumahkan bahkan di PHK.
"Penutupan sementara ini dilakukan karena adanya himbauan maupun surat permintaan penutupan sementara pusat perbelanjaan dari pemerintah baik di level Kecamatan, Pemerintah Kota Kabupaten, dan Provinsi demi menghambat penyebaran Covid-19.
"Kita patuh dan itu juga demi mencegah penyebaran Covid-19," kata Arman dalam keterangan yang diterima, Sabtu (18/4/2020).
• Virus Corona Ternyata Ditemukan Pertama Tahun 1964, Ini Sosok Sang Penemu, Meninggal di Usia 77
Arman menyebut penutupan sementara ini mengakibatkan sebagian besar penyewa atau pedagang berkisar hampir 95 persen terpaksa berhenti membuka usahanya sampai jangka waktu yang tidak bisa ditentukan.
Masih ada sekitar 5 persen yang mencoba untuk bertahan membuka usaha diantaranya adalah kategori Supermarket, Food and Beverages, maupun kesehatan, dimana khusus untuk Food and Beverages sudah tidak melayani makan di tempat dan hanya melayani pembelanjaan online melalui Ojek Daring.
Jika pandemi corona berlangsung lebih lama lagi, industri bisnis usaha layanan retail para penyewa atau pedagang akan semakin terpuruk hingga bangkrut.
• Virus Corona Pertama Ditemukan Tahun 1964, Ini Sosok Penemu Virus Meninggal Usia 77, Simak Info
"Harus diketahui setiap pusat perbelanjaan modern maupun semi modern juga banyak pengusaha kecil yang diakomodir untuk berusaha oleh masing masing pusat perbelanjaan, ini yang paling pertama terdampak mengingat keterbatasan kapital maupun sistem pelayanannya," ungkap dia.
APPBI berharap pemerintah memberikan insentif bagi industri tersebut karena jumlah karyawan yang menggantungkan hidupnya setiap hari di industri retail pusat perbelanjaan di Jawa Barat yang angkanya cukup besar mencapai sedikitnya 150.000 orang se-Jawa Barat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/video-ratusan-karyawan-ramayana-depok-menangis-karena-jadi-kor.jpg)