Rabu, 3 Juni 2026

Renungan Harian Katolik

Divina Misericordia et Pax Vobis: Kerahiman Ilahi dan Damai Sejahtera

Engkaulah sumber kehidupan dan Kerahiman Ilahi yang tak terselami, naungilah segenap dunia dan curahkanlah diri-Mu kepada kami.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
Dok Pribadi Maxi Un Bria
RD Maxi Un Bria (kanan) saat mengikuti Kongres Apostolik tentang Kerahiman Ilahi se-Asia ke-4 di Penang-Malaysia, 26-28 September 2018. 

Renungan Harian Katolik, Minggu 19 April 2020
Divina Misericordia et Pax Vobis : Kerahiman Ilahi dan Damai Sejahtera

RD. Maxi Un Bria

Selamat Pesta Kerahiman Ilahi bagimu semua.

Pesta Kerahiman Ilahi yang dirayakan 8 hari setelah kebangkitan Yesus, menarik untuk didalami.

Ensiklik Dives in Misericordia yang dikeluarkan Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 30 November 1980, berbicara tentang Kaya Kerahiman Ilahi, dengan memandang Yesus sebagai inkarnasi Kerahiman Ilahi, sumber belas kasih yang tidak terbatas bagi dunia.

Dua tokoh Gereja yang selalu disebut berkaitan dengan Devosi kepada Kerahiman Ilahi adalah Santa Faustina dan St. Yohanes Paulus II yang dalam hidup secara personal mengalami belaskasih Kerahiman Ilahi dan banyak memperkenalkan Kerahiman Ilahi bagi dunia.

Pesta Kerahiman Ilahi dirayakan sebagai Perayaan Wajib pada Hari Minggu Paskah II dalam liturgi Gereja Katolik sebagai penghormatan bagi Karya Kerahiman Ilahi bagi dunia dalam diri Yesus Kristus yang hidup, dihukum mati dan bangkit sebagaimana yang tertulis dalam Kitab Suci.

Tiga keutamaan yang terus direfleksikan dan dihidupi berkaitan dengan Kerahiman Ilahi yakni : Memohon Belaskasih Allah ( Ask For His Mercy ), Berbelaskasih kepada sesama ( Be merciful ), Percaya penuh kepada-Nya ( Completely Trust ) .

Mengapa memohon belaskasih kepada Allah ? Karena sebagai manusia selalu menyadari keterbatasan dan dosa dihadapan Allah .

Selanjutnya pengalaman kasih dan pengampunan dari Allah diekspresikan dengan sikap dan tindakan belaskasih, pengampunan dan kemurahan hati kepada sesama.

Akhirnya seluruh rangkaian ungkapan kasih dan belaskasih yang dihidupi secara spiritual dan praktis dalam kehidupan nyata menjadi pernyataan iman yang mendalam karena percaya penuh kepada Kerahiman Ilahi.

Devosi Kerahiman Ilahi begitu relevan. Doa dan seruan utama yang popular adalah “ Jesus I trust in You “ Yesus Engkaulah andalan hudupku”.

Dengan doa Karonka. Kita merasa kuat menghadapi realitas Pandemi-19 sebagai orang-orang yang percaya dan optimis.

Ketika kita semua berada di rumah dan komunitas, kita merasa bahwa hal satu-satunya yang dapat menjadi sandaran hidup saat ini adalah Kerahiman Tuhan.

Sebab segala sesuatu pasti akan berlalu, waktu, harta, jabatan, kekuasaan dan segala fasilitas duniawi pasti berlalu tetapi Kerahiman Ilahi tinggal tetap menemani perjalanan hidup kita sampai akhir hayat.

Karena itu ketika kita merayakan Pesta Kerahiman Ilahi hari ini, saya tertarik untuk kembali menegaskan apa yang katakan Yesus.

Pertama “ Damai Sejahtera bagi kamu “.

Damai sejahtera bagi orang yang mengandalkan Tuhan dan percaya penuh kepada kerahiman-Nya. Damai sejahtera selalu bagi orang yang membawa damai.

Kedua, Accipite Spiritum Sanctum “ Terimalah Roh Kudus “!

Yesus menghembuskan Roh Kudus kepada para Rasul agar mereka dikuduskan dalam pikiran , ucapan dan tindakan pelayanan.

Berkat daya Roh Kudus yang diterima mereka diperkaya dengan kasih , bekaskasih, kemurahan hati, sukacita dan keberanian untuk mewartakan Injil keseluruh dunia. Kepada mereka diberi kuasa untuk memberikan pengampunan atas dosa.

Ketiga, pengampunan mendapat penegasan dalam refleksi tentang Kerahiman Allah karena Allah adalah sumber segala pengampunan.

Sebagaimana Allah telah mengampuni dunia melalui Yesus Kristus demikian juga para murid diberi kuasa dan ditus untuk meberikan pengampunan atas dosa melalui sakramen rekonsiliasi sedangkan kepada kita semua diutus untuk memberikan pengampunan satu dengan yang lain.

Paus Fransiskus dalam Bulla Misericordia Vultus ,11 April 2015 , mengetengahkan bahwa: Kerahiman adalah tindakan utama dan tertinggi Allah memilih dan memutuskan untuk menjumpai diri kita masing-masing. Ia menemui diri kita dalam pergumulan atas realitas hidup sehari-hari utamanya dalam pergumulan menghadapi pandemi Cocvd-19.

Dalam refleksi dan hening kita sungguh dapat merasakan betapa Tuhan hadir dan datang meyapa diri kita dan kembali mengulangi sabda-Nya. “ Damai sejahtera bagi kamu “ !

Semoga Perayaan Minggu Kerahiman Ilahi mencerahkan hati dan pikiran untuk ikut terlibat dalam memperkenalkan dan menghidupi spiritualitas Kerahiman Ilahi.

Jesus I Trust in You. Yesus Enkgaulah Andalan Hidupku. Rahmati dan jadikanlah diri kami sebagai penyalur kasih dan belaskasih Kerahiman Ilahi bagi banyak orang tanpa membeda-bedakan. Ya Tuhanku dan Allahku, Engkaulah andalan hidup kami.

Doa. Yesus Raja Kerahiman Ilahi, darah dan air telah memancar dari hati-Mu. Engkaulah sumber kehidupan dan Kerahiman Ilahi yang tak terselami, naungilah segenap dunia dan curahkanlah diri-Mu kepada kami. Selamatkanlah jiwa - jiwa yang haus akan kerahiman-Mu, amin.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved