Ketua PHRI NTT : Saya Belum Dapat Informasi M Hotel Ditutup
Merebaknya wabah Covid-19 begitu meresahkan dunia perhotelan. Karena protokol pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Merebaknya wabah Covid-19 begitu meresahkan dunia perhotelan. Karena protokol pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 dengan #dirumahaja membuat masyarakat tidak bisa lebih banyak beraktifitas di luar rumah. Karena harus tetap tinggal di rumah.
Hal ini membuat tingkat hunian hotel pun menurun drastis dan dirasakan hotel sejak pertengahan Maret hingga saat ini.
Tingkat hunian hotel, kata Ketua PHRI NTT, Freddy Ongko Saputra babak belur. Bahkan tingkat hunian hanya mencapai lima persen. Adanya virus Covid-19 sangat berpengaruh dengan tingkat hunian hotel. Jadi tidak heran bila ada hotel yang ditutup sementara.
• Ini Kronologi 1 PDP di Kabupaten Mabar yang Meninggal
Ketika dikonfirmasi mengenai M Hotel yang ditutup, kata Freddy, Jumat (17/4/2020), tidak saja di Kupang bahkan di seluruh dunia pun sangat memungkinkan untuk menutup hotelnya dalam kondisi seperti ini. Bahkan di luar negeri sudah banyak yang ditutup. Dirinya belum mendapat informasi terkait penutupan hotel tersebut. "Saya belum dapat info, jadi saya belum bisa berkomentar," ujarnya.
Sementara itu GM Aston Kupang Hotel, Deddy S Thalib, mengaku saat ini rata-rata tamu menginap setiap hari sekira 15-20 kamar. Tamu datangnya dari lokal dan luar kota Kupang. Kurangnya tamu yang berkunjung di hotel Aston membuat pihak hotel meminimalisir biaya operasional hotel seperti fox cost, listrik dan upah karyawan.
• Cegah Virus Corona, Camat Kota Waikabubak, Sumba Barat Imbau Pedagang Kosongkan Pasar Lama
Karena ada sekira 15 karyawan harian yang sementara waktu dirumahkan sejak akhir Maret 2020. Namun hotel tetap beroperasi.
Sahid T-More Hotel Kupang tetap beroperasi di tengah pandemi ini. Meskipun tingkat kunjungan sangat menurun, hotel terus melakukan upaya untuk tetap melayani masyarakat melalu restoran Sahid dengan menyiapkan paket-paket Bento, menu yang enak dan murah dan bisa langsung dinikmati di rumah.
GM Incharge Swiss-Belinn Kristal Hotel Kupang, Lexy Manafe, mengaku telah merumahkan sekira 70 persen karyawan hotel. Menekan biaya operasional hotel, hotel meminimalisir pemakaiam listrik dan menutup satu wing hotel.
"Pembelian barang-barang juga kita pending," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/phri-ntt-minta-pemkab-sumba-barat-daya-jamin-keamanan-agar-wisatawan-nyaman-di-lokasi-wisata.jpg)