Kamis, 23 April 2026

News

Tiga Eks Penumpang KM Lambelu Reaktif, Sikka Waspada dan Waspada Selama 14 Hari Masa Inkubasi

"Warga Sikka harus lebih waspada. Masa 14 hari ke depan sejak rapit test (Sabtu, 11/4) merupakan masa inkubasi Covid-19."

Penulis: Eugenius Moa | Editor: Benny Dasman
ISTIMEWA
Anak Buah Kapal KM Lambelu menjalani rapid tes Senin (6/4/2020) di atas kapal yang berlabuh sekitar 2 Mil dari Pelabuhan Lorens Say, Maumere, Pulau Flores 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Egy Moa

POS KUPANG, COM, MAUMERE - Pasca hasil rapid test tiga orang eks penumpang KM Lambelu, terindikasi reaktif terhadap virus Corona (Covid-19), warga Kabupaten Sikka diminta meningkatkan kewaspadaanya.

"Warga Sikka harus lebih waspada. Masa 14 hari ke depan sejak rapit test (Sabtu, 11/4) merupakan masa inkubasi Covid-19," kata juru bicara Covid-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, dalam konferensi pers di Maumere, Selasa (14/4) siang.

Kalau nanti hasil swab terhadap ketiga penumpang ini menunjukkan hasil negatif atau positif, itu merupakan soal yang lain. Menurut rencana, Rabu (16/4) enam swab termasuk tiga penumpang terindikasi reaktif Covid-19 akan dikirim ke laboratorium di Surabaya, Jawa Timur.

Herlemus mengingatkan, Kota Maumere, merupakan wlayah terbuka dengan sasaran komunikasi udara dan laut yang maju setelah Kupang. Karena itu, kewaspadaan wajib ditingkatkan.

Setelah seorang ASN Dinas Perhubungan Kabupaten Alor dinyatakan positif Covid-19 dan dirawat di RSUD WZ Johanes Kupang, Herlemus menghendaki semua pendatang dari Kupang harus melakukan karantina mandiri.

"Kita mesti lebih teliti lagi di pintu masuk. Harapan saya dikarantina. Keputusan itu (karantina) kewenangan Pak Bupati. Tapi harapan saya karantina mandiri," tegas Herlemus.

Menurut dia, setelah di Kupang ditemukan pasien positif Covid-19, tim gugus tugas akan mendiskusikan langkah-langkah penegakannya. Apakah dari Maumere atau di Kupang dikarantina.

Kemudian, Rapid test 173 orang eks penumpang KM Lambelu, Sabtu (11/4) hanya menemukan tiga orang penumpang yang terindikasi reaktif. Namun kini semua penumpang yang semula berstatus pelaku perjalanan berubah status menjadi Orang Tanpa Gejalah (OTG).

"Kita keluarkan dari pelaku perjalanan menjadi OTG. Termasuk empat orang yang diisolasi di RSUD dr.TC.Hillers Maumere," kata Herlemus.

OTG saat ini menjalani karantina terpusat di Gedung SCC di Jalan Ahmad Yani dan Aula Rumah Jabatan Bupati Sikka di Jalan El Tari.

Menurut prokokoler kesehatan, katanya, telah disampaikan kepada Bupati Sikka untuk antisipasi segala kemungkinan setelah perubahan status dari pelaku perjalanan menjadi OTG.

"Kemungkinan sore ini atau besok akan dilaksanakan rapat dengan struktur yang baru untuk memutuskannya," ujarnya.
Sebelumnya, dalam On the job training Covid-19 di Aula Dinas Kesehatan Sikka, Selasa (14/4), Sekretaris Dinas Kesehatan Sikka, dr.Clara Francis, menegaskan eks penumpang KM Lambelu berubah status menjadi OTG.

"Mereka ini berada di atas kapal dengan 26 ABK (KM Lambelu) yang terinfeksi Covid-19. Mereka berada di atas yang bisa merupakan sebuah komunitas," kata Clara Francis.*

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved