Corona Virus
Kasus Covid-19 Hampir Tembus 2 Juta, Corona di Amerika Tertinggi, Ini Pemicunya
Jumlah kasus Virus Corona di dunia hampir 2 juta kasus tepatnya 1.912.923 kasus sampai Selasa (14/4/2020) pukul 05:05 WIB. Jumlah pasien meningal duni
POS KUPANG.COM-- Jumlah kasus Virus Corona di dunia hampir 2 juta kasus tepatnya 1.912.923 kasus sampai Selasa (14/4/2020) pukul 05:05 WIB. Jumlah pasien meningal dunia sebanyak 118.966 orang. Kasus tertinggi masih di Amerika Serikat dengan 577.842 dengan jumlah kematian 23.232 orang.
- Tren Kasus Virus Corona di Dunia terus bertambah dan hampir mendekati angka 2 juta kasus.
Jumlah pasti kasus Virus Corona di dunia hingga hari ini atau Selasa (14/4/2020) pagi mencapai 1.912.923 kasus.
Dari jumlah tersebut, pasien corona meninggal dunia tercatat sebanyak 118.966 orang.
Artinya persentase kematian atau fatality rate Virus Corona dunia adalah 6,21 persen.
Bila dilihat kasus Virus Corona atau Covid-19 di setiap negara, maka kasus Virus Corona di Amerika Serikat adalah yang tertinggi sampai saat ini.
di Negara Paman Sam itu, sedikit 577.842 orang terkonfirmasi positif Covid-19.
• Jasad Pria yang Dimangsa Buaya di Lembata - NTT Telah Ditemukan, Begini Kondisinya
Jumlah kematian Pasien Corona di Amerika Serikat adalah 23.232 orang atau fatality rate-nya 4,02 persen.
Amerika Serikat telah melakukan penguncian di sejumlah kota atau negara bagian, seperti New York, untuk meneken penyebaran Covid-19.
New York adalah negara bagian di Amerika Serikat paling parah terpapar Virus Corona.
• Deretan Daftar Jabatan PNS TNI/Polisi Tak Dapat THR 2020, Diumumkan Presiden Jokowi, yangDapat THR
Jumlah kasus Virus Corona di New York sampai hari ini adalah 195.749 kasus, jauh di atas kasus Corona di negara Spanyol, Italia dan negara-negara lain, termasuk di China.
Kenapa kasus Corona di Amerika tertinggi di dunia dan kenapa kasus Corona di New York lebih tinggi dari negara-negara lain di luar Amerika?
Apakah ini ada kaitan karena selama ini Amerika Serikat melakukan 'perang' dingin dengan China. Atau karena semata-mata alasan medis?
Gubernur New York Andrew Cuomo berulang kali mengatakan, bahwa kepadatan dan jumlah pengunjung asing menjadikan New York City tempat penyebaran ideal untuk penyakit menular.
Ibu kota keuangan AS tersebut berpopulasi 8,6 juta jiwa. Ada 10.000 orang per kilometer persegi, menjadikannya kota terpadat di Negeri "Uncle Sam".
Jutaan penumpang kereta komuter berdesakan di kereta bawah tanah setiap hari, bahkan menjaga jarak di trotoar pun terkadang sulit karena saking sesaknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pemakaman-masal-virus-coron.jpg)