Cegah Covid 19 di NTT - ASDP Tegaskan KMP Tidak Angkut Penumpang ke Semua Lintasan di NTT
PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang menegaskan tidak ada Kapal Motor Penyeberangan (KMP) atau kapal ferry yang mengangkut penumpang
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
Cegah Covid 19 di NTT, ASDP Tegaskan KMP Tidak Angkut Penumpang ke Semua Lintasan di NTT
POS-KUPANG.COM|KUPANG - PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang menegaskan tidak ada Kapal Motor Penyeberangan (KMP) atau kapal ferry yang mengangkut penumpang ke semua lintasan di wilayah NTT. Kapal ferry yang beroperasi hanya mengangkut logistik dan sembako.
Hal ini disampaikan GM.ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang, Cuk Prayitno, Rabu (15/4/2020).
Prayitno menyampaikan hal ini saat menerima kunjungan Komisi IV DPRD NTT ke ASDP Cabang Kupang di Bolok.
Komisi IV DPRD NTT yang hadir, Ketua Komisi IV DPRD NTT, Agus Lobo, Wakil Ketua, Nelson Matara dan Refafi Gah ,Sekretaris, Boni Jebarus alias Bonjer dan para anggota Komisi IV DPRD NTT.
Kehadiran Komisi IV DPRD NTT di ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang dalam rangka pengawasan terhadap edaran Pemprov NTT dalam hal ini Dishub NTT Nomor :Dihub 550/100 .120.SK. 29 /III/2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadapi risiko penyebaran infeksi Covid -19 pada angkutan umum di wilayah NTT.
Menurut Prayitno, ASDP Indonesia Cabang Kupang di Bolok turut membantu dalam upaya
pencegahan penyebaran Covid -19, maka sejak Jumat (10/4/2020), semua KMP tidak lagi memuat penumpang ke semua lintasan di wilayah NTT.
"Kami mulai Jumat (10/4/2020) sudah tidak memuat penumpang di semua lintasan di NTT ada sekitar 35 lintasan tidak muat. Armada yang beroperasi hanya mengangkut logistik dan sembako," kata Prayitno.
Dijelaskan, semua kapal ferry tidak mengangkut penumpang,kecuali hanya barang dan sembako.
"Khusus kendaraan yang membawa logistik atau sembako tetap diangkut oleh kapal ferry, tapi ada pembatasan.Untuk truk -truk dan ekspedisi hanya boleh membawa 2 orang, yakni sopir dan kernek sedangkan untuk penumpang sama sekali tidak diangkut," katanya.
Dikatakan, selain kapal ferry, pihaknya juga telah mendapat surat dari Dishub NTT yang melarang semua kapal mengangkut penumpang, baik kapal ferry, kapal milik Pelni, kapal Roro, kapal cepat dan lainnya.
"Sejak tanggal 13 April 2020, semua kapal sudah dilarang memuat atau mengangkut penumpang. Mudah-mudahan upaya bersama yang kita lakukan bisa mencegah penyebaran Covid-19," ujarnya.
Didampingi Manajer Usaha, Hermin Welkis, Prayitno mengatakan, untuk pelayaran ke Rote Ndao dikurangi frekuensi, dari sebelumnya seminggu 10 kali, maka saat ini satu minggu hanya empat kali. Pelayaran itu juga khusus untuk pengangkutan logistik saja.
"Pemkab Rote juga mengirim petugas yang datang ke Bolok untuk mengecek setiap kapal yang hendak Rote Ndao. Pengecekan terhadap barang-barang yang masuk ke Rote Ndao agar benar-benar steril,termasuk sopir dan kerneknya," kata Prayitno.
Dikatakan, apabila ditemukan ada yang hendak ke Rote itu berasal dari zona merah, maka langsung di karantina secara mandiri.
• Update Corona Mabar : 108 ODP, 20 Selesai Pemantauan dan 6 PDP
• Hasil Tes SWAB, PDP Asal Manggarai Barat Negatif Covid-19
• Pejuang di Tengah Pandemi Covid-19, Penyuluh dan Petani Buktikan Pertanian tak Berhenti
Sedangkan untuk logistik atau barang yang masuk ke Rote Ndao tidak langsung dibongkar tetapi barang-barang itu dijemur lebih dahulu di matahari barulah dibongkar.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)