Penjualan Mobil di Kupang Menurun, Leasing Naikkan DP

Penjualan mobil di dealer di Kota Kupang mengalami penurunan sejak Maret. Namun menurunnya penjualan lebih banyak di bulan April ini.

POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Mobil Suzuki XL 7 yang baru saja diluncurkan, Sabtu (29/1/2020). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Penjualan mobil di dealer di Kota Kupang mengalami penurunan sejak Maret. Namun menurunnya penjualan lebih banyak di bulan April ini, apalagi saat ini leasing menaikan uang muka (down payment) dengan adanya wabah virus Corona (Covid-19).

Demikian, disampaikan Store Manager PT SBM Suzuki Mobil Kupang Theo Pareira, Kepala Cabang PT Prima Parama Mobilido Daihatsu Kupang, Richard Saputra dan Kepala Cabang Auto Nusa Abadi Toyota Mobil Kupang, Lanang Priyanto yang dikonfirmasi secara terpisah, Sabtu (11/4)

"Suzuki mengalami penurunan yang cukup banyak. Beberapa konsumen meminta menahan dulu pembelian sampai situas aman. Bahkan ada konsumen yang melakukan pembatalan," kata Theo Pareira.

Apalagi, tambahnya, efek uang muka besar yang diberikan leasing membuat daya beli konsumen makin kecil. "Bulan lalu penjualan mobil Suzuki masih baik dari target 200 unit terealisasi 150 unit. Tapi bulan ini sepertinya makin berat baru 20 unit yang terjual," tuturnya.

Pembelian Sembako Dibatasi, Transmart Tegaskan Harga Stabil

Sementara Richard Saputra menjelaskan, penjualan mobil dirasakan mulai menurun sejak awal April 2020.

"Adanya pandemi Covid-19 membuat semua dealer mengalami penjualan yang tak mencapai target. Pada Maret 2020 penjualan mobil Daihatsu terjual 30 unit. Bulan lalu penjualan masih aman tapi bulan penjualan drop hingga 50 persen. Bulan ini paling terasa kalau penjualan sangat menurun," kata Richard.

Sedangkan, Lanang Priyanto mengaku penjualan mobil Toyota menurun karena alokasi unit dari Agen Pemegang Merk (APM) juga menurun.

"Karena produksi dikurangi akibat adanya lockdown di beberapa negara. Lockdown menyebabkan supply spare parts dari vendor yang negaranya menerapkan lockdown terhenti," tuturnya.

Kata Pri, untuk itu dari APM melakukan evaluasi target untuk dealer di seluruh Indonesia dan akan dievaluasi lagi jika situasinya membaik. Ia menyebutkan penjualan mobil Toyota pada Maret 2020 sebanyak 55 unit dari target 75 unit mobil. "Biasanya mencapai 80-an unit melebihi target tapi dengan adanya pandemi ini penjualan menurun," tuturnya.

Ketika disinggung mengenai upaya yang dilakukan, ia mengaku kesulitan, karena leasing lebih selektif dalam memberikan cicilan kepada konsumen dengan menaikkan DP minimal 30 persen dari yang sebelumnya 20 persen.

Kepala Cabang Indomobil Finance, Gaudensius Baria, beberapa waktu lalu mengatakan dengan kondisi seperti sekarang ini dari leasing juga lebih hati-hati dan selektif. Oleh karena itu leasing memperketat dengan menerapkan DP yang tidak seperti biasanya.

"Karena pertimbangannya kalau yang baru kredit dengan keadaan begini kasihan setoran ke leasingnya dari mana. Kami juga tidak berani ambil resiko," tuturnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM. Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved