Breaking News
Sabtu, 11 April 2026

virus corona

Hatinya Tercabik-cabik, Perawat Ini Ceritakan Curhat Pilu Pasien Corona Sebelum Meninggal

Seorang perawat mengaku hatinya tercabik-cabik dengar curhat pilu pasien corona sebelum meninggal. Selanjutnya, ini yang dilakukan

Editor: Adiana Ahmad
facebook
Perawat bernama Derrick Smith di Rumah Sakit di New York 

Hatinya Tercabik-cabik, Perawat Ini Ceritakan Curhat Pilu Pasien Corona Sebelum Meninggal

POS-KUPANG.COM- Hati siapa yang tak hancur  menyaksikan detik-detik terakhir seseorang meninggal dunia. 
Hal itulah yang dialami oleh seorang perawat id sebuah rumah sakit di New York, Amerik Serikat.
Perawat bernama Derrick Smith itu mengaku hatinya tercabik-cabik mendengar curhat seorang pasien corona sebelum meninggal dunia.
Derrick Smith yang merupakan seorang perawat anestes itu membagikan kisahnya melalui akun facebook.

Ia merasa tercabik-cabik dan tersayat hatinya mendengar curhat pilu terakhir si pasien sebelum detik-detik kematian menjemputnya ........ 

Padahal selama ini ia sudah terbiasa menyaksikan akhir hidup para pasiennya yang menjadi korban virus corona.

Live Streaming ILC TV One Malam Ini,14 April 2020, PSBB Berlaku: Dengarlah Suara Rakyat, Dilema

Pekerjaannya adalah seputar memberikan anestesi dan sedasi sebelum orang operasi, serta menempatkan ventilator.

Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona(Shutterstock)
Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona(Shutterstock) (Shutterstock)

Namun, baru-baru ini, ia bekerja di unit gawat darurat (UGD) dan unit perawatan intensif (ICU), untuk membantu para pasien Covid-19 yang sulit bernapas dan membutuhkan bantuan ventilator.

Ia menceritakan kata-kata terakhir pasien yang hendak ia pasangi ventilator, yang tak akan pernah ia lupakan.

Kementerian Pertanian RI Jamin Ketersediaan Pangan Selama Pandemi Covid-19

Pasien yang akan dipasangi ventilator itu berkata pada Derrick, "Siapa yang akan membayarnya?"

Hal ini Smith ceritakan melalui akun Facebooknya pada Jumat (3/4/2020) lalu.

"Kata-kata terakhir yang tidak akan pernah saya lupakan, respon pasien yang membuat kaget saya dan tim, setelah kami menjelaskan bahwa dia perlu diintubasi dan ditempatkan di ventilator," tulis Smith.

Sementara itu, Smith menyadari meski dipasangi ventilator, pasien itu tetap kecil kemungkinannya untuk sembuh.

Pemprov NTT Buat Skenario Anggaran Tangani Covid-19

Smith kemudian memanggil istri pasien tersebut untuk berbicara di saat-saat terakhir sang suami.

Ia memberi keleluasaan bagi si pasien untuk mengucapkan selamat tinggal pada orang-orang terkasihnya.

Alih-alih menjawab pertanyaan pasien itu, Smith membiarkannya berbicara dengan pasangannya untuk yang terakhir kali.

Smith mengaku, situasi ini adalah hal terburuk yang telah ia saksikan selama 12 tahun bekerja di perawatan kritis dan anestesi.

Ia mengaku sangat sedih dan harus mendengar seorang pasien yang sekarat yang masih kuatir dengan biasa perawatannya.

Perawat anestesi ini pun menyayangkan pemerintah Amerika Serikat yang gagal dan tak berdaya mengatasi pandemi virus corona.

Smith sangat kuatir dengan jaminan perawatan kesehatan untuk masyarakat yang terpapar virus mematikan ini. (TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)

Pasien corona sedang ditangani tim medis
Pasien corona sedang ditangani tim medis (Courtesy of Samaritan's Purse)
Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved