Penyuluh BBPP Kupang Bimbing Petani Protokol Cegah Covid-19

Di tengah wabah Covid-19, tugas penyuluh pertanian kini bukan hanya membimbing petani agar bisa bertanam dengan bai

Penulis: Edy Hayong | Editor: Ferry Ndoen
istimewa
Kepala BPP Sambi Rampas Manggarai Timur,  Yohanes Sius Sangkam,SP. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM I NOELBAKI-- Di tengah wabah Covid-19, tugas penyuluh pertanian kini bukan hanya membimbing petani agar bisa bertanam dengan baik, tapi juga memastikan petani juga mengetahui cara menjaga kesehatan ketika tetap harus ke sawah.

Dalam situasi kekuatiran soal  pandemi virus corona (Covid-19), pemerintah terus memastikan ketersediaan pangan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan, sektor pertanian harus terus berjalan dan pembangunan pertanian tidak boleh berhenti.

Hal itu di lakukan oleh BPP Sambi Rampas Manggarai Timur, yang di kepalai oleh Yohanes Sius Sangkam,SP. Menurutnya, ntuk PPL ditiap WKPP selama wabah corona ini mereka  tetap memberi dorongan kepada setiap PPL untuk tetap memantau kegiatan.

“ Penyuluh pertanian tetap bekerja memantau ketersediaan pangan di tingkat petani walau sedang pandemic corona, dengan tetap mendata luas panen tanaman pangan, jagung dan padi sawah dengan tetap waspada dan memperhatikan protocol kesehan pandemic corona agar para penyuluh juga tetap sehat dan terhindar dari wabah," jelasnya.

Dia melanjutkan, menghadapi pandemik ini teknik penyuluhan bisa dilakukan  juga melalui media atau handphone seluler, jika bisa atau kunjungan orang perorang tanpa mengumpulkan banyak orang sehingga kebutuhan petani akan informasi pertanian tetap terpenuhi walaupun tidak seefisien saat sebelum wabah.

PPL juga harus mensosialisasikan tentang wabah corona ini dan bagaimana pencegahannya kepada petani agar semuanya sehat , baik petani,  keluarganya maupun penyuluh sehingga semuanya bisa bekerja untuk pertanian karena pertanian tidak akan berhenti.

Lebih lanjut yohanes mengatakan, untuk petani, dari bpp juga disamping memperhatikan ketersediaan pangan juga tetap memberikan dukungan kepada petani agar mereka tidak putus asa dengan tersendatnya rantai pasar yg menghambat petani untuk  menjual hasil panenan akibat pembeli yang hampir tidak ada yang membeli pada saat adanya wabah seperti sekarang.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah mempersiapkan protokol agar petani tetap bisa berproduksi. 

Untuk mencegah penularan virus, petani dianjurkan mengikuti protokol tersebut. Berikut adalah daftar protokol pertanian di lapangan untuk cegah Covid-19.

1. Gunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mempercepat dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pekerjaan di lapangan serta sebagai sarana social distancing.
2. Pastikan selalu berada di bawah sinar matahari khususnya pada jam 10.00 s.d 11.00 pagi.
3. Konsumsi lebih banyak air putih, vitamin E, vitamin C, telur rebus, dan istirahat yang cukup.
4. Jaga jarak dengan petani lain ketika berada di saung.
5. Gunakan peralatan makan dan minum sendiri.
6. Gunakan peralatan pertanian seperti cangkul, sabit, dll sendiri dan selalu jaga kebersihannya.
7. Cuci bersih sprayer sebelum digunakan baik bagian dalam maupun luar.
8. Bawa selalu sabun cair untuk mencuci tangan sebelum makan dan minum dan menerapkan kebiasaan hidup bersih.
9. Hindari salaman dengan petani lain tapi tetap sampaikan salam ke sesama petani.
10. Hindari berkerumun ketika mengambil pupuk, benih, obat-obatan pertanian baik di tokopengecer, maupun di lahan. Lakukan secara bergantian.
#pertaniancegahcorona #PertanianTidakBerhenti. (Adv-BBPP Kupang).

 
 

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved