Update Corona TTS : Hari ini, Di TTS Tercatat 59 ODP dan 1 PDP

Sedang pasien dalam pengawasan ( PDP) satu orang dan saat ini dirawat di RSUD Soe.

POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Bupati TTS, Egusem Piether Tahun sedang memberikan keterangan kepada awak media 

Update Corona TTS : Hari ini, Di TTS Tercatat 59 ODP dan 1 PDP

POS-KUPANG.COM | SOE -- Hingga Minggu (5/4/2020) tercatat jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kabupaten TTS sebanyak 59 orang. Sedang pasien dalam pengawasan ( PDP) satu orang dan saat ini dirawat di RSUD Soe.

Hal ini diungkapkan Bupati TTS, Egusem Piether Tahun saat dihubungi POS-KUPANG.COM melalui sambungan telepon.

Mayoritas ODP merupakan warga TTS yang baru pulang usai melakukan perjalanan dari daerah yang sudah terjangkit virus Corona.

Saat ini seluruh ODP diberlakukan self isolation secara mandiri selama 14 hari.

Bupati Tahun menghindari kepada ODP untuk taat melakukan self isolation mandiri dan segera melaporkan ke fasilitas kesehatan terdekat juga muncul gejalah seperti demam, batuk atau pilek agar bisa dilakukan penanganan lebih lanjut.

"Jika kita sayang keluarga kita, sayang daerah ini maka hinbauan untuk melakukan self isolation mandiri harus diikuti. Saya sudah dengar informasi jika banyak ODP yang masih berkeliaran. Saya akan segera minta pihak RT,RW maupun desa untuk mengawasi masyarakat yang masuk ODP agar benar-benar melakukan self isolation mandiri," ungkap Bupati Tahun.

Terkait anggaran penanganan virus Corona lanjut Bupati Tahun, hari Jumat lalu telah dilakukan rapat Banggar dan disepakati anggaran penanganan virus Corona di Kabupaten TTS senilai 33,5 Miliar.

Khusus untuk Polres TTS dan Kodim TTS, anggaran tersebut akan diberikan dalam bentuk hibah.

"Total keseluruhan ada 33,5 Miliar yang kita alokasikan untuk membiayai penanganan kasus Corona ini. Anggaran ini akan digunakan secara bertahap sesuai kebutuhan," jelasnya.

Untuk penanganan virus Corona, Pemda TTS juga akan menyiapkan ruang isolasi khusus berkapasitas 10 orang di gedung Alsintan Pertanian Kabupaten TTS. Pemda TTS akan terlebih dahulu mencat dan menyemprotkan cairan disinfektan pada ruangan tersebut guna membunuh virus dan bakteri.

"Kalau ruangannya sudah benar-benar siap kita akan masukan velbed sebagai tempat tidur. Kita akan tempatkan petugas kesehatan untuk memantau dan mengawasi ODP yang dirawat," urainya.

Vietnam Sukses Terbebas dari Corona, Nol Kasus Baru, Nol Kematian, Ini yang Dilakukan

Inul Daratista & Suami Bikin Tik Tok Parodi Film Roma Irama Setelah 17 Berseteru,Nyindir Bang Haji?

18 Dokter Meninggal Dunia Akibat Corona Covid-19, Salah Satunya dr Ketty yang Sempat Merawat Menhub

Akhirnya Aurel Hermansyah Blak-blakkan Ngaku Hubungan dengan Atta Halilintar, Publik Syok Loh

Diberitakan sebelumnya, Kepala Puskesmas Nule, Orance Nuban mengeluhkan masih adanya orang dalam pemantauan (ODP) yang tidak melakukan self isolation mandiri dengan taat.

Belum lama ini, ia mendapati ODP yang berkeliaran bahkan mengganggu petugas piket Puskesmas.(Laporan Reporter Pos-Kupang. Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved