Dampak Gagal Panen, DPRD Lembata Minta Pemda Beri Bantuan Tunai dan Non Tunai Bagi Petani

Selain berpotensi Covid-19, Kabupaten Lembata kini juga terdampak gagal panen padi dan jagung.

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Ketua DPRD Lembata Petrus Gero 

Dampak Gagal Panen, DPRD Lembata Minta Pemda Beri Bantuan Tunai dan Non Tunai Bagi Petani

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Selain berpotensi Covid-19, Kabupaten Lembata kini juga terdampak gagal panen padi dan jagung.

Ketua DPRD Lembata Petrus Gero mengakui selain bahaya virus corona, banyak petani di Lembata juga kini merasakan dampak gagal panen padi dan jagung.

"Jadi kita dorong pemda siap bantuan tunai dan non tunai kepada masyarakat yang terdampak gagal panen," kata Petrus di Kantor DPRD Lembata, Jumat (3/4/2020)

Berdasarkan rilis data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata setidaknya tiga kecamatan di Lembata sudah dinyatakan gagal panen padi dan jagung.

Ketiga kecamatan itu yakni Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur dan Buyasuri akibat hama ulat grayak, curah hujan rendah dan kekeringan. Rata rata daerah terdampak gagal panen merupakan daerah pesisir pantai.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Mathias Beyeng menyebutkan ada 11.033 kepala keluarga tani yang mengalami gagal panen jagung dan padi dari total jumlah kepala keluarga tani di Kabupaten Lembata sebanyak 27.391.

Ditemui Rabu (1/4/2020) lalu, Mathias melaporkan cadangan beras di Gudang Dolog Lembata masih sebanyak 250,476 ton dan di Kantor Dinas Sosial sebanyak 11,7 ton.

Mathias menerangkan kebutuhan masyarakat Lembata akan beras per bulan rata-rata sebanyak 1010 ton. Selain persediaan beras yang didapat dari Bulog, ketersediaan beras juga selama ini bisa didapatkan dari transaksi antar pulau dan beras milik petani.

"Khusus beras sendiri dari petani ada defisit karena banyak lahan kering di sini. Makanya kami setiap tahun selalu upayakan ekspansi lahan," jelasnya.

Dia memaparkan produksi padi dari petani pada tahun 2017 sebanyak 10. 356 ton, pada 2018 sebanyak 10.672 ton dan pada tahun 2019 sebanyak 19.402 ton

Dalam konferensi pers, Kamis (2/4/2020), Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur mengatakan pemerintah tentu akan membantu masyarakat yang terdampak gagal panen dengan berbagai bantuan.

Pemerintah daerah, menurutnya, sudah bisa mengantisipasi kondisi gagal panen di Lembata seperti situasi tahun-tahun sebelumnya. Dia juga memastikan stok pangan termasuk beras di Lembata masih mencukupi sampai beberapa bulan ke depan.

Kemudian, secara terpisah Kepala Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Lembata Gabriel Bala Warat menyebut dari data 10 gudang toko yang ada di Kota Lewoleba stok beras masih tersedia 83,3 ton.

Aksi BKSDA NTT Memerangi Pandemi Covid 19

Wulan Guritno Gaya Seksi Berbikini Saat Berjemur untuk Lawan Corona, Tubuh IBu 3 Anak Jadi Sorotan

Sudah Tak Sabaran Penyerang Persib Bandung Geoffrey Castillion Ingin Tanding Lagi, Info

"Kalau sebulan warga habiskan 1.010 ton beras maka tentu tidak pas untuk kebutuhan di Lembata tapi kapal selalu masuk dari luar jadi bisa sampai 300 ton dan kapal-kapal beras masuk secara berkala jadi bisa mencukupi kebutuhan beras di Lembata," kata Gabriel.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved