Breaking News:

Suku Bikomi di TTU Gelar Ritual Adat Tolak Covid-19

ritual adat Tapoin Maputu Nok Malala sebagai salah satu tradisi dari masyarakat dawan yang bertujuan untuk menjauhkan bencana.

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/THOMAS MBENU NULANGI
Tokoh adat menggelar ritual adat tolak virus corona di puncak Bukit Neonbat, Rabu (1/4/2020). 

Suku Bikomi di TTU Gelar Ritual Adat Tolak Covid-19

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU--Tokoh adat suku Bikomi di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menggelar ritual adat untuk keselamatan masyarakat dan para tenaga medis menghadapi virus corona (covid-19).

Mereka menggelar ritual adat Tapoin Maputu Nok Malala sebagai salah satu tradisi dari masyarakat dawan yang bertujuan untuk menjauhkan bencana.

Ritual adat Tapoin Maputu Nok Malala tersebut digelar persis atas puncak Bukit Neonbat yang terletak di Kelurahan Maubeli Kecamatan Kota Kefamenanu, Rabu (1/4/2020).

Rituan adat tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah terutama kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda terdepan dalam menghadapi pandemi virus corona.

Salah seorang tokoh adat Bikomi, Marselus Lake mengatakan bahwa pandemi virus corona yang terjadi saat ini di seluruh dunia tidak hanya menjadi persoalan serius bagi pemerintah daerah ataupun tokoh agama, namun lebih dari itu sudah menjadi suatu persoalan serius yang harus dihadapi bersama.

"Penyakit ini adalah musuh kita bersama, untuk menghadapinya kita juga masuk melalui ritual adat, sehingga para leluhur juga bisa membantu melindungi dan menghindarkan masyarakat kita dari penyakit ini terutama bagi para tenaga medis kita yang saat ini sedang merawat para pasien," ujarnya.

Marselus menjelaskan, dalam melaksanakan tradisi ritual adat, pihaknya tetap memperhatikan prosedur pencegahan virus corona sesuai yang telah diinstruksikan oleh pemerintah, sehingga dalam pelaksanaan prosesi ritual adat hanya dilakukan oleh tokoh adat serta beberapa orang yang bertugas untuk membantu memperlancar.

Sementara terkait lokasi dilaksanakannya ritual adat, Menurut Marselus, puncak Bukit Neonbat merupakan salah satu tanah adat di Kabupaten TTU yang selalu digunakan oleh mone ha atau empat raja dalam melakukan tradisi ritual adat.

"Lokasi ini adalah tanah adat, yang mana tanah adat ini hanya untuk bisa membuat suatu ritual adat, tidak semua orang bisa naik kesini, hanya empat raja yang bisa naik kesini dan membuat ritual adat di tempat ini," ungkapnya.

19 Warga Ende Terkena HIV AIDS

Ritual Adat Tolak Virus Corona Digelar di Desa Du

Cegah Covid-19, Pemkab Sumba Tengah Tambah Rp 23 M

Marselus berharap, dengan dilaksanakannya ritual adat ini, diharapkan bencana virus corona yang terjadi di negara ini dapat secepatnya teratasi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved