Sudah Dua Bulan Listrik di Selatan Pulau Lembata Tidak Menyala
Mereka melukiskan bahwa kondisi di kampung itu seperti dua dasawarsa lalu yang ketika itu masih menggunakan penerangan pelita.
Penulis: Paul Burin | Editor: Rosalina Woso
Sudah Dua Bulan Listrik di Selatan Pulau Lembata Tidak Menyala
POS-KUPANG|LEWOLEBA-- Dalam suasana ancaman Virus Corona yang mencekam saat ini, sebagian besar warga di selatan Pulau Lembata, Kabupaten Lembata hidup dalam kegelapan.
Sudah dua bulan lebih pasokan listrik PLN tak lancar bahkan nyaris macet total sehingga desa-desa yang mengitari kaki Gunung Labalekan ini menjadi gelap gulita. Kondisi ini sungguh menggangu aktivitas masyarakat.
Manajer PT PLN (Persero) Rayon Lewoleba, Darius Uren mengatakan, kondisi ini sebagai akibat terjadi longsoran di beberapa titik mulai dari Idalolong, Lusiduawutun, Tirer dan Tapobali.
Sejumlah warga di Kecamatan Wulandoni dan Kecamatan Nagawutun melalui sambungan telepon seluler, Senin (30/3/2020), mengatakan sudah menyampaikan persoalan ke manajemen PT PLN Lewoleba.
Warga mengatakan, para petugas teknis sudah turun ke lapangan untuk memperbaiki jaringan itu, namun listrik tetap mengalami gangguan. Gangguan itu menimpa sebagian warga di Kecamatan Nagawutun.
"Sedangkan semua desa di Kecamatan Wulandoni gelap gulita. Kami minta manajemen PLN lebih serius memperbaiki jaringan ini agar masyarakat dapat beraktivitas sebagaimana biasa," kata Matheus Magu Lamak, warga Desa Puor melalui sambungan telepon, Senin (30/3/2020) siang.
Matheus mengatakan, PLN Lewoleba terkesan tidak serius menangani persoalan listrik di wilayah selatan Lembata ini. Ia mempertanyakan apakah ketika jaringan PLN rusak karena terjadi longsoran membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk memperbaikinya?
Dalam grup whatsApp warga Desa Puor, Kecamatan Wulandoni, hampir tiap hari mereka mempersoalkan suplai listrik yang tak normal. Mereka melukiskan bahwa kondisi di kampung itu seperti dua dasawarsa lalu yang ketika itu masih menggunakan penerangan pelita.
"Kondisi ini terulang dalam dua bulan terakhir. Anak-anak tak bisa belajar dengan baik. Begitu juga aktivitas masyarakat lain terganggu," kata mereka.
Masih menurut Matheus Magu Lamak, listrik mulai menyala di selatan Lembata sekitar pukul 18.00 Wita atau pukul enam petang hanya dalam beberapa menit. Kemudian menyala lagi pada pukul 23.00 Wita atau pukul 24.00 Wita hingga pagi hari pukul 06.00 Wita. Sepanjang siang, listrik total padam.
Kondisi ini menunjukkan seolah-olah PLN tengah melakukan penghematan bahan bakar minyak (BBM) atau karena pertimbangan apa. Hasil investigasi Matheus di titik gardu Lamanepa, Kecamatan Nagawutun, Selasa (31/3/2020), menunjukkan titik terang yang seakan menjadi persoalan selama ini.
Matheus mengatakan, sambungan dari gardu Lamanepa ke arah Lewopenutung (Lusiduawutun) dan seterusnya sampai di desa- desa di Kecamatan Wulandoni dalam keadaan dilepas.
"Saya sudah lihat kondisi di lapangan. Di sini masalahnya. Mengapa dilepas. Ada persoalan apa," tanya Matheus yang sangat mengerti tentang kelistrikan ini. Namun, dari berbagai informasi menyebutkan, para petugas sudah "angkat tangan" memperbaiki jaringan ini.
Manajer PT PLN Rayon Lewoleba, Darius Uren mengatakan terus membenahi jaringan di wilayah itu. "Listrik di wilayah selatan itu menyala. Kalau padam itu terjadi longsoran pada jaringan listrik itu," kata Darius.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/jaringan-rusak-mulai-dari-idalolong-tirer-mengganggu-aktivitas-masyarakat.jpg)