Ibadah Haji 2020

Kabar Gembira! Arab Saudi Tak Lakukan Pembatalan Ibadah Haji 2020 Meski Ada Wabah Corona

Ini kabar gembira untuk para calon jemaah haji Indonesia. Meski ada wabah corona, Pemerintah Arab Saudi tak membatalkan ibadah haji 2020

Editor: Adiana Ahmad
AP PHOTO / MOSAAB ELSHAMY
Umat Islam melakukan tawaf atau berjalan mengelilingi Kakbah di Masjidil Haram, kota suci Mekah, Saudi Arabia. Tawaf dilakukan sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji. 

Kabar Gembira! Arab Saudi Tak Lakukan Pembatalan Ibadah Haji 2020 Meski Ada Wabah Corona

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Kabar Gembira untuk para calon jemaah haji Indonesia. Pemerintah Arab Saudi Tak Lakukan Pembatalan Ibadah Haji 2020 Meski Ada Wabah Corona

Hal itu dipastikan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Juru Bicara Kementerian Agama Oman Fathurahman di Jakarta, Rabu (1/4/2020), mengatakan, Menteri Haji Arab Saudi telah membuat pernyataan bahwa pihaknya meminta penundaan kontrak apapun yang berkaitan dengan haji.

Kabah Ditutup karena Wabah, Dalam Sejarah Haji Pernah Ditutup 40 Kali? Simak Informasi

Pernyataan yang sama juga sudah disampaikan oleh Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi yang diterima Menteri Agama Fachrul Razi pada 6 Maret 2020.

Kemenag menjanjikan jika ibadah haji 2020 tidak akan dibatalkan oleh Arab Saudi.

Kementerian Agama memastikan bahwa pemerintah Arab Saudi bukan meminta penundaan rencana haji tahun ini, melainkan menunda pelaksanaan kontrak layanan haji.

Wabah corona yang terjadi di seluruh dunia membuat para jamaah haji khawatir akan adanya pembatalan, Kementerian Agama memastikan tak akan terjadi.

Situasi wabah pandemi corona yang menjangkiti berbagai negara di dunia diharapkan tidak turut menganggu aktivitas ibadah haji tahun 2020.

Akibat Penangguhan Sementara Masuk Arab Saudi, Biro Haji & Umrah Tunda Keberangkatan Jemaah Kupang

Petugas Haji Indonesia merawat jemaah haji yang sakit
Petugas Haji Indonesia merawat jemaah haji yang sakit (TribunMataram.com Kolase/Tribunnews/Husain Sanusi/Bahauddin)

Petugas Haji Indonesia dari P3JH melakukan perawatan terhadap jemaah haji Indonesia yang terluka di Masjidil Haram akibat berebut ingin cium Hajar Aswad (TribunMataram.com Kolase/Tribunnews/Husain Sanusi/Bahauddin)

"Seperti surat resmi yang disampaikan kepada Menag Fachrul Razi, Menteri Haji dalam wawancara itu meminta agar seluruh negara pengirim jemaah untuk menunda penyelesaian akad-akad atau kontrak haji," kata Oman melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (1/4/2020).

Oman mengatakan, keputusan pemerintah Arab Saudi menunda pelaksanaan kontrak haji bisa jadi karena tengah menyiapkan fasilitas yang terkait ibadah haji.

Ia pun memastikan bahwa Kementerian Agama akan terus melayani persiapan ibadah haji bagi calon jemaah asal Indonesia.

Menteri Agama: Pelayanan Jamaah Haji Banyak Kemajuan (1)

"Sepanjang pihak Saudi belum menyampaikan pemberitahuan secara resmi kepada Kementerian Agama terkait pembatalan haji tahun ini, maka kami tetap berproses seperti biasa," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Agama terus memantau perkembangan kebijakan Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji tahun 2020 di tengah wabah Covid-19.

Kemenag pun menyiapkan dua skenario, yaitu haji tahun ini tetap diselenggarakan, atau malah dibatalkan.

"Kita juga menyiapkan mitigasi kalau pelaksanaan ibadah haji dibatalkan oleh pemerintah Arab Saudi," kata Menteri Agama Fachrul Razi melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (27/3/2020).

Fachrul mengatakan, sampai saat ini, persiapan layanan haji di Arab Saudi seperti pengadaan akomodasi, transportasi darat dan katering terus berjalan.

Namun, sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, pembayaran uang muka haji belum dilakukan. Demikian pula untuk keperluan penerbangan.

"Proses pengadaan layanan juga terus berjalan hingga kontrak, namun belum ada pembayaran uang muka," ujar Fachrul. (Kompas.com/ Fitria Chusna Farisa)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kemenag Pastikan Arab Saudi Tak Batalkan Haji 2020".

Suasana Masjidil Haram Mekkah
Suasana Masjidil Haram Mekkah (AFP)

Lakukan Sterilisasi Virus Corona, Arab Saudi Kosongkan Mataf Masjidil Haram Mekah (ABDEL GHANI BASHIR/AFP)

Arab Saudi Prioritaskan Kesehatan Umat Muslim

Seperti yang diketahui, mewabahnya virus yang menjadi pandemi global ini membuat banyak kegiatan menjadi terhambat.

Hal ini dikarenakan virus corona sangat mudah menular.

Sehingga berbagai pemerintahan di dunia menerapkan karantina wilayah.

ilustrasi virus corona masuk ke Indonesia
ilustrasi virus corona masuk ke Indonesia (Kompas.com)

Tak terkecuali dengan pemerintahan Arab Saudi.

Mewabahnya virus ini membuat pemerintah Arab Saudi harus menunda kegiatan umrah sejak awal bulan Maret lalu.

Penundaan umrah itu berlangsung selama sepanjang tahun.

Dilansir dari Aljazeera.com dan kontan.co.id, hal itu dilakukan demi mencegah virus corona merebak ke Kota suci bagi umat islam yaitu Mekkah dan Madinah.

Keputusan yang diambil oleh pemerintah Arab Saudi ini merupakan keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, juga membuat ketidakpastian pelaksanaan ibadah haji.

Untuk ibadah haji di tahun 2020 ini, pemerintah Arab Saudi menunggu sampai ada kejelasan.

Kejelasan yang dimaksud adalah dari pandemi corona yang diharapkan segera berakhir.

Suasana di Kaabah saat belum ada virus corona
Suasana di Kaabah saat belum ada virus corona (Tribun Batam)

Ka'bah saat belum ada virus corona (Tribun Batam)

Meski demikian, ibadah haji ini merupakan sumber pendapatan yang cukup besar bagi kerajaan Arab Saudi.

"Arab Saudi sepenuhnya siap untuk melayani peziarah haji dan umrah," kata Mohammed Saleh kepada televisi Al-Ekhbariya yang dikelola pemerintah Arab Saudi.

"Tetapi di bawah keadaan saat ini, ketika kita berbicara tentang pandemi global ... Kerajaan Saudi lebih fokus untuk melindungi kesehatan umat Muslim dan warga negara dan oleh karena itu kami telah meminta saudara kami umat muslim di semua negara untuk menunggu sebelum melakukan kontrak haji hingga situasinya jelas," tegasnya.(*)

Menurut Mohammed Saleh, kerajaan Arab Saudi lebih mementingkan kesehatan dari umat muslim.

Sehingga para calon peserta haji diharapkan untuk menunggu hingga situasi akibat pandemi corona ini jelas.

(TribunStyle.com /TsaniaF /Amirul Muttaqin)

Sumber: Tribun Mataram
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved