Virus Corona

KABAR BAGUS! Pasien Corona Sembuh Terus Meningkat, Sampai Rabu Sore 103 Pasien Covid-19 Sembuh

Trennya terus menunjukkan peningkatan dari hari ke hari. Naik berkali-kali lipat sejak pasien Covid-19 pertama di Indonesia dinyatakan sembuh

Editor: Bebet I Hidayat
AFP/STR/CHINA OUT via Kompas.com
KABAR BAGUS! Pasien Corona Sembuh Terus Meningkat, Sampai Rabu Sore 103 Pasien Covid-19 Sembuh 

POS-KUPANG.COM | Jakarta - Jumlah pasien Covid-19 yang sembuh setelah mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit di Indonesia terus bertambah.

Trennya terus menunjukkan peningkatan dari hari ke hari. Naik berkali-kali lipat sejak pasien Covid-19 pertama di Indonesia dinyatakan sembuh, pertengahan Maret lalu.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, jumlah pasien sembuh hingga Selasa (31/3) sebanyak 81 orang, bertambah enam dari sehari sebelumnya, atau 17 orang jika merujuk pada catatan BNPB, Minggu (29/3).

Di Jawa Barat, angka kesembuhan pasien Covid-19 juga bertambah. Selasa, pasien yang berhasil sembuh menjadi 11 orang, atau naik dua orang dari sehari sebelumnya. Kedua pasien Covid-19 tersebut sebelumnya dirawat di rumah sakit di Kabupaten Bogor.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, mengatakan, meski angka kesembuhan pasien terus meningkat setiap hari, angka mereka yang terpapar juga masih menunjukkan peningkatan. Kemarin, jumlah mereka yang terinfeksi korona di Tanah Air sudah 1.528 kasus atau bertambah 114 kasus dari hari sebelumnya.

Meski angkanya masih bertambah, angka penambahannya menunjukkan penurunan dibanding Senin (30/3). Senin lalu, jumlah mereka yang terinfeksi sebanyak 1.414 kasus atau bertambah 129 kasus dari hari sebelumnya.

Kabar Terbaru Bayi 4 Bulan yang Positif Covid-19 di Yogyakarta, Keluarga Lakukan Isolasi Diri

Tetap di Rumah Agar Terhindar dari Virus Corona, Ini yang Dialami Artis Peran Ayu Azhari dan Suami

Peningkatan hari itu juga lebih sedikit dari peningkatan pada hari sebelumnya. Minggu (29/3) jumlah mereka yang terinfeksi korona sebanyak 1.285, atau bertambah 130 dari hari sebelumnya.

Hingga Selasa, tercatat sudah 32 provinsi yang melaporkan adanya kasus positif virus korona di daerahnya. Dengan demikian, hanya dua lagi provinsi yang masih "bersih", tidak mempunyai kasus positif Corona. Keduanya adalah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Gorontalo.

Dari semua provinsi yang terpapar, DKI Jakarta masih menempati urutan terbanyak, yakni 747 kasus. Berikutnya Jabar dengan 198 kasus, disusul Provinsi Banten dengan 142 kasus, dan Jawa Timur dengan 93 kasus.

Sedang pada Selasa (31/3/2020), Indonesia melaporkan tambahan sebanyak 114 kasus baru, sehingga total mencapai 1.528 kasus.

Pasien sembuh diketahui bertambah 6 orang menjadi 81 dan kasus meninggal dunia bertambah 14 orang sehingga total menjadi 136 orang.

DKI Jakarta dan Jawa Barat menjadi dua provinsi yang mencatatkan jumlah kasus terbanyak.

Adapun DKI Jakarta dengan 747 kasus, disusul Jawa Barat dengan 198 kasus.

Pasien Corona Sembuh di Dunia

Sejak dilaporkan ke WHO pada 31 Desember 2019, jumlah kasus virus Corona di dunia terus bertambah.

Hingga Rabu (1/4/2020) pagi, lebih dari 200 negara atau tepatnya 201 negara, telah mengonfirmasi terjangkit virus Corona atau Covid-19.

Dilansir dari Worldometer, jumlah kasus virus Corona di seluruh dunia telah mencapai 854.608 kasus.

Kabar Gembira! Arab Saudi Tak Lakukan Pembatalan Ibadah Haji 2020 Meski Ada Wabah Corona

Dari jumlah tersebut, pasien yang sembuh tercatat sebanyak 176.908 orang. Sementara yang meninggal dunia sebanyak 42.043 orang.

Berikut daftar 10 negara dengan jumlah kasus terbesar Covid-19:

  1. Amerika Serikat, 186.046 kasus, 3.807 orang meninggal, total sembuh 6.347
  2. Italia, 105.792 kasus, 12.428 orang meninggal, total sembuh 15.729
  3. Spanyol, 95.923 kasus, 8.464 orang meninggal, total sembuh 19.259
  4. China, 81.518 kasus, 3.305 orang meninggal, total sembuh 76.052
  5. Jerman, 71.808 kasus, 775 orang meninggal, total sembuh 16.100
  6. Perancis, 52.128 kasus, 3.523 orang meninggal, total sembuh 9.444
  7. Iran, 44.605 kasus, 2.898 orang meninggal, total sembuh 14.656
  8. Inggris, 25.150 kasus, 1.789 orang meninggal, total sembuh 135
  9. Swiss, 16.605 kasus, 433 orang meninggal, total sembuh 1.823
  10. Turki, 13.531 kasus, 214 orang meninggal, total sembuh 243

Tunisia perpanjang lockdown

Buruh migran berjalan menuju desa mereka selama karantina wilayah (lockdown) di New Delhi, India, Minggu (29/3/2020). Pemerintah India pada 24 Maret lalu mulai memberlakukan lockdown selama 21 hari di seluruh wilayah negara itu dalam upaya mengendalikan penyebaran COVID-19.
Buruh migran berjalan menuju desa mereka selama karantina wilayah (lockdown) di New Delhi, India, Minggu (29/3/2020). Pemerintah India pada 24 Maret lalu mulai memberlakukan lockdown selama 21 hari di seluruh wilayah negara itu dalam upaya mengendalikan penyebaran COVID-19.(ANTARA FOTO/XINHUA/JAVED DAR)

Tunisia akan memperpanjang lockdown untuk menahan penyebaran virus Corona selama dua minggu hingga 19 April mendatang.

Hal itu diutarakan oleh Presiden Tunisia Kais Saied pada Selasa (31/3/2020) kemarin.

Tunisia telah mengkonfirmasi 362 kasus virus korona dan sembilan kematian, juga sebelumnya telah memberlakukan lockdown selama lebih dari seminggu.

Hal itu guna mencegah orang-orang untuk meninggalkan rumah mereka kecuali membeli kebutuhan atau bekerja pada pekerjaan tertentu.

Oman laporkan kematian pertama


Para pekerja Palestina bersiap untuk menyemprotkan disinfektan ke bangunan keagamaan di Ramallah, Tepi Barat, Palestina, pada 7 Maret 2020 sebagai bentuk pencegahan terhadap virus Corona.(REUTERS/MOHAMAD TOROKMAN)

Oman telah mengumumkan kematian pertamanya dari virus Corona baru pada Selasa (31/3/2020), setelah jumlah kasus yang dikonfirmasi lebih dari dua kali lipat selama beberapa hari terakhir.

Kementerian Kesehatan Oman melaporkan bahwa seorang pria berusia 72 tahun telah meninggal karena Covid-19.

Pekan lalu, negara itu mengatakan menangguhkan semua penerbangan, baik domestik maupun internasional, kecuali untuk operasi kargo dan penerbangan ke Musandam, sebuah semenanjung Oman yang berbatasan dengan Uni Emirat Arab.

Chord Lagu dan Lirik Kekasih Bayangan yang Dinyanyikan Cakra Khan, Sahabat Jatuh Cinta

Negara ini juga telah melakukan berbagai upaya penahanan untuk mengekang penyebaran virus, termasuk melarang pertemuan publik, mengurangi staf di lembaga pemerintah dan menutup perusahaan pertukaran mata uang.

Perancis laporkan kematian tertinggi dalam 24 jam

Seorang pasien yang terinfeksi virus corona dibawa dengan brankar oleh petugas medis Perancis sebelum diterbangkan menggunakan helikopter dari rumah sakit Strasbourg ke Pforzheim, Jerman, pada 24 Maret 2020.
Seorang pasien yang terinfeksi virus Corona dibawa dengan brankar oleh petugas medis Perancis sebelum diterbangkan menggunakan helikopter dari rumah sakit Strasbourg ke Pforzheim, Jerman, pada 24 Maret 2020.(REUTERS/CHRISTIAN HARTMANN)

Perancis melaporkan jumlah kematian harian tertinggi akibat virus korona sejak pandemi virus Corona dimulai.

Dilansir Aljazeera, tercatat, 499 orang telah meninggal di rumah sakit pada Selasa (31/3/2020), sekaligus menambah jumlah korban menjadi 3.523 orang.

Menurut pejabat kesehatan Jerome Salomon, ada 22.757 orang dirawat di Perancis karena Covid-19, dengan 5.565 di antaranya dirawat intensif.

Jumlah kematian di AS lampaui China

Pengantar barang mengendarai sepedanya menyeberangi 7th Avenue di kawasan Times Square yang kosong akibat meluasnya penularan virus COVID-19, di wilayah Manhattan, New York, Amerika Serikat, Senin (23/3/2020).
Pengantar barang mengendarai sepedanya menyeberangi 7th Avenue di kawasan Times Square yang kosong akibat meluasnya penularan virus COVID-19, di wilayah Manhattan, New York, Amerika Serikat, Senin (23/3/2020).(ANTARA FOTO/REUTERS/CARLO ALLEGR)

Jumlah kematian di AS akibat virus Corona telah melampaui kematian di China, tempat pandemi dimulai pada Desember 2019 lalu.

Ada 3.415 kasus kematian di AS karena virus Corona, berbanding dengan jumlah kematian di China sebanyak 3.309 kasus.

Setidaknya, ada 175.067 kasus baru Covid-19 yang dikonfirmasi di AS dan hal itu juga menjadi yang terbanyak diantara yang lain.

 KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Timeline Wabah Virus Corona

Darurat Masyarakat

Menyusul masih meluasnya penyebaran virus Corona, Presiden Joko Widodo akhirnya menetapkan status Darurat Kesehatan Masyarakat di Indonesia. Presiden memperbolehkan kepolisian bertindak tegas terhadap para pelanggar yang berpotensi mengganggu program penanganan virus Corona.

"Langkah-langkah penegakan hukum yang terukur dan sesuai undang-undang," kata Presiden dalam konferensi video dari Istana Bogor, Selasa (31/3).

Presiden juga telah menerapkan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam mengatasi pandemi ini. Pemerintah, kata Presiden, telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang PSBB ini. Presiden juga sudah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Penetapan Kedaruratan Masyarakat, Selasa.

Presiden menyebutkan, payung hukum yang digunakan untuk penerapan PSBB merujuk pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan. Menurut Jokowi, penegakan hukum bagi mereka yang melanggar aturan perlu dilakukan agar PSBB dapat berlaku secara efektif dan berhasil melakukan tujuan,

“Yaitu mencegah meluasnya wabah Covid-19."

Jokowi meminta, kepala daerah tidak mengambil kebijakan sendiri-sendiri. "Dengan terbitnya PP ini, semuanya jelas. Para kepala daerah saya minta tidak membuat kebijakan sendiri-sendiri yang tidak terkoordinasi," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona, Doni Monardo, mengatakan, Presiden Jokowi mempersilakan pemerintah daerah membuat kebijakan sampai di tingkat kecamatan. Namun, kebijakan di atas level kecamatan harus dikonsultasikan dengan pemerintah pusat. (*)

Sumber: Kompas.com dengan judul "Update Virus Corona di Dunia 1 April: 854.608 Kasus di 201 Negara, 176.908 Sembuh"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved