Pelni Batasi Pembelian Tiket, Maksimal 80 Persen dariJumlah Kursi

Pelni) memberlakukan pembatasan pembelian tiket penumpang dan jumlah kursi maksimal 80 persen dari total kursi yang tersedia di kapal pelni

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo
KM Tatamailau milik PT Pelni di Perairan Raja Ampat, Papua Barat, Minggu (30/11/2016). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA, PK -PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Persero, memberlakukan pembatasan pembelian tiket penumpang dan jumlah kursi maksimal 80 persen dari total kursi yang tersedia di kapal penumpangnya.

"Hal ini dilakukan untuk memberikan ruang untuk menjaga jarak antar penumpang sehingga penyebaran virus corona atau Covid-19 dapat dicegah," kata Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni, Yahya Kuncoro, dalam keterangannya, Senin (30/3/2020)

Ia mengatakan Pelni selalu mengutamakan keselamatan, dan kesehatan para penumpangnya.

Ekspor Kepiting Melorot, Terjadi di Kota Labuan Ba

"Kami juga menganjurkan penumpang agar lebih selektif, dan berhati-hati saat melakukan perjalanan di tengah kondisi penyebaran Covid-19," ucap Yahya

Melihat situasi yang terjadi mengenai wabah Covid-19, manajemen akan memprioritaskan pembelian tiket bagi petugas yang terkait dengan aktivitas logistik, kesehatan dan kemamanan," lanjut Yahya.

Ia menambahkann, Pelni juga tidak akan menjalankan kegiatan mudik bersama Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tahun ini.

"Hal ini sesuai dengan surat yang dikeluarkan BUMN, mengenai pembatalan progrm mudik gratis bersama BUMN," ujar Yahya.

Lanjut Yahya, tentunya Pelni akan mendukung kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terkait pmebatasan aktivitas masyarakat, dalam mencegah penyebaran Covid-19.

"Tentunya kami pun berharap, penyebaran virus ini dapat segera terhenti agar semua dapat kembali berjalan normal," kata Yahya.

Menurut Yahya, Pelni telah menjalankan pengukuran suhu tubuh bagi seluruh penumpang sebelum naik ke atas kapal. "Kami juga melakukan penyemprotan disinfektan pada seluruh kapalnya secara berkala, serta menerapkan physical distancing bagi para penumpang dengan mengatur jarak antar penumpang sejauh satu meter," ujar Yahya.

Selain itu Pelni disediakan hand sanitizer di setiap dek penumpang, sabun cuci tangan di setiap toilet, memberikan masker bagi penumpang yang sakit ditengah perjalanan, serta memberikan himbauan mengenai kesehatan melalui pengeras suara setiap tiga jam.

Sebagai informasi, Pelni sendiri hingga saat ini telah mengoperasikan sebanyak 26 kapal penumpang dan menyinggahi 83 pelabuhan serta melayani 1.100 ruas.

Pelni juga melayani 45 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas, bagi mobilitas penduduk di daerah T3P dimana kapal perintis menyinggahi 275 pelabuhan dengan 3.739 ruas. (tribunnews)

Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved