Ekspor Kepiting Melorot, Terjadi di Kota Labuan Ba

asaran udang dan kepiting di Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) yang biasanya diekspor, saat ini turun drastis.

POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS.
Udang asal Terang Labuan Bajo. 

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO- Pasaran udang dan kepiting di Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) yang biasanya diekspor, saat ini turun drastis.

Permintaannya sepi sehingga merugikan para nelayan terutama yang budidaya udang dan kepiting.

"Permintaan udang biasanya per bulan kurang lebih 400 kilogram (kg). Saat ini hampir tidak ada permintaan. Sementara kalau kepiting yang selama ini diekspor, permintaan per bulan biasanya 650 kilogram, sekarang tidak ada permintaan," kata Coli, kepada Pos Kupang, Jumat (27/3).

Pengusaha muda asal Terang yang selama ini bisnis udang dan kepiting ekspor menjelaskan, selama ini udang dan kepiting biasanya dijual di pengumpul sebelum diekspor.

Pasokan Sembako di Mabar Berkurang, Pemkab Minta ASDP Buka Penyeberangan Barang

Namun kebanyakan yang diekspor adalah kepiting. Sedangkan udang banyak diburu warga di Labuan Bajo terutama para pemilik restoran.

Sebelumnya diberitakan, hasil tangkapan Kepiting Bakau di Terang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) tergolong tinggi. Selain itu, harganya juga menggiurkan.
Kepiting Bakau asal Terang menjadi salah satu yang sangat diminati oleh para pencinta kepiting.

"Harga Kepiting Bakau di Terang tergantung ukurannya, harganya bervariasi. Biasanya saat musim hujan banyak hasil tangkapan kepiting," kata Coli.

Dia menjelaskan, dalam dua hari dia biasanya mengumpulkan 20 sampai 25 kilogram Kepiting Bakau hasil beli dari nelayan.

"Saya biasanya dalam dua hari bisa dapat kurang lebih 20-25 kilogram. Kalau musim hujan lebih banyak lagi. Saya dapat dari nelayan. Saya hanya siapkan alat tangkapnya untuk mereka," kata Coli.

Dia menambahkan, untuk Kepiting Bakau yang berat 2 ons, per kilogram (kg) harganya Rp60 ribu. Kepiting dengan berat 3-4 ons Rp75 ribu/kg. Kalau beratnya 5-6 ons maka harganya Rp105 ribu/kg. Berat 7 ons Rp120 ribu/kg. Sedangkan yang 8 ons hingga 1 kilogram Rp140 ribu/kg. "Itu harga yang saya beli dari para nelayan. Selanjutnya saya jual lagi ke Labuan Bajo," kata Coli.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servan Mammilianus)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved