Corona Virus di NTT

UPDATE CORONA NAGEKEO: Jumlah ODP Tidak Bertambah, 3 Orang Sudah Membaik

Protokol Humas Posko Covid-19 Nagekeo, Sil Teda, menyampaikan update terkait data Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Nagekeo hingga Sabt

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Ferry Ndoen
Via Grid ID Instagram | @ganindrabimo
ilustrasi:Andrea Dian mengumumkan dirinya terinfeksi virus corona Covid-19. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY --Protokol Humas Posko Covid-19 Nagekeo, Sil Teda, menyampaikan update terkait data Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Nagekeo hingga Sabtu (28/3/2020) pukul 15.00 Wita.

Sil Teda menyampaikan jumlah ODP di Nagekeo tidak bertambah masih tetap 17 orang. 14 orang masih dalam pantauan dan 3 orang lainnya sudah membaik.

"ODP hari ini tidak ada penambahan. Tetap seperti hari kemarin (Jumat 27 Maret 2020) yakni 17 orang," jelas Sil Teda.

BREAKING NEWS:Warga Minta Pemerintah Segera Bangun Kembali Jembatan

Sil Teda menyampaikan 17 ODP tersebut laki-laki 8 orang dan perempuan 9 orang.
Rata-rata usia 2 bulan hingga 48 tahun.

ODP tersebut tersebar di Puskesmas Danga 8 orang, Boawae 4 orang, Mauponggo 1 orang, Jawakisa 2 orang, Maunori 1 orang dan Nangaroro 1 orang.

Persib Bandung Bayar Penuh Gaji Pemain Bulan Ini Meski Liga 1 2020 Libur Karena Virus Corona, Info

"Dari 17 orang, 3 orang kondisi sembuh, artinya sudah tidak menunjukan gejala klinis batuk atau pilek spt kondisi awal. Sedangkan 14 lainnya, semua masih dalam pemantauan," ungkap Sil Teda.

Ia menyebutkan untuk Pelaku Perjalanan dari Tempat Terjangkit yaitu 414 orang, sebelumnya 381 orang dan tambah 23 orang. Dua terbanyak yaitu Puskesmas Danga 219 orang dan Puskesmas Boawae 82 orang.

Dengan asal tempat terjangkit 6 terbanyak yaitu. Sulawesi Selatan 87 orang, Jakarta 68 orang, Jatim 60 orang, Bali 41orang, Kalimantan 39 orang dan Malaysia 31 orang.

Para pasien berusaha bertahan dengan penutup helm agar bisa bernafas. Para dokter dan perawat berusaha menekan angka kematian di Italia akibat COVID-19
Para pasien berusaha bertahan dengan penutup helm agar bisa bernafas. Para dokter dan perawat berusaha menekan angka kematian di Italia akibat COVID-19 (sky news)
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved