Kepala BBPP Kupang Ikuti VCon Sosialisasi Antisipasi Penanganan Covid-19

Perbanyak cuci tangan menggunakan air dan sabun paling tidak selama 20 detik

Dok. BBPP Kupang.
Kepala BBPP Kupang, drh. Bambang Haryanto saat mengikuti VCon bersama Menteri Pertanian Sosialisasi Antisipasi Penanganan Covid-19. 

Kepala BBPP Kupang Ikuti VCon Sosialisasi  Antisipasi Penanganan Covid-19

POS-KUPANG.COM I NOELBAKI---Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang Drh. Bambang Haryanto mengikuti kegiatan Sosialisasi Antisipasi Penanganan Covid-19 di lingkungan Kementerian Pertanian melalui Video Conference (VCon) bersama Menteri Pertanian, Dr. Syahrul Yasin Limpo, SH, MH, Selasa (26/3/2020).

Kegiatan dimaksud diikuti oleh lebih dari 100 orang baik dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), Sekretaris Jenderal Momon Rusmono, Kepala Badan PPSDMP Prof. Dedi Nursyamsi, Sekretaris Badan PPSDMP, Kepala UPT BPPSDMP, BPTP Jawa Tengah dan Pejabat Struktural serta Pejabat Fungsional lingkup Kementerian Pertanian.

Rapat VCon tersebut dimoderatori oleh Dr. Ir. Momon Rusmono, MS selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian.

Mengutip rilis berita dari BBPP Kupang yang diterima Pos-Kupang.com, Minggu (29/3) disebutkan, dalam Vcon ini juga ada Tim Dokter Penanggulangan Dampak Covid-19 Kementerian Pertanian melakukan sosialisasi antisipasi penanganan Covid-19 di lingkungan Kementerian Pertanian.

Virus Corona adalah sebuah keluarga virus yang ditemukan pada manusia dan hewan. Sebagian virusnya dapat mengingeksi manusia serta menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari penyakit umum seperti flu, hingga penyakit-penyakit yang lebih fatal, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Menurut Tim Dokter Kementan bahwa seringkali virus ini menyebar antara manusia ke manusia,  melalui tetesan cairan dari mulut dan hidung saat orang yang terinfeksi sedang batuk atau bersin, mirip dengan cara penularan penyakit flu.

Tetes cairan dari mulut dan hidung pasien tersebut bisa jatuh dan tertinggal pada mulut dan hidung orang lain yang berada di dekatnya, bahkan dihisap dan terserap ke dalam paru-paru orang tersebut melalui hidungnya.

Gejalanya yaitu demam, batuk, dan napas yang pendek. The Center for Disease Control and Prevention (CDC) percaya bahwa pasien Virus Corona dapat mengalami gejala-gejala ini 2 dari 2 hari sampai 14 hari setelah terpapar virusnya.

Tim Dokter menyampaikan hingga saat ini belum ditemukan vaksin untuk mencegah seseorang terinfeksi Virus Corona.

Halaman
12
Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved