Corona di kupang

APD Langka, Dokter Ronald Buat Inovasi Alat Pelindung Wajah Sederhana

barang-barang tersebut menjadi langka. Masker N95 yang harusnya digunakan untuk dokter pun ludes terjual.

POS KUPANG.COM/INTAN NUKA
Dokter Ronald Melvianno, SpAn memakai Alat Pelindung Wajah atau atau Face Shield buatannya sendiri. 

APD Langka, Dokter Ronald Buat Inovasi Alat Pelindung Wajah Sederhana

POS-KUPANG.COM |KUPANG – Wabah corona yang kian merebak di Indonesia tentu membuat masyarakat waswas. Berbagai langkah pencegahan pun mulai dilakukan, termasuk memborong masker dan hand sanitizer. Alhasil, barang-barang tersebut menjadi langka. Masker N95 yang harusnya digunakan untuk dokter pun ludes terjual.

Alat Pelindung Diri (APD) yang langka membuat para tenaga kesehatan juga waswas dalam menjalankan tugas merawat OPD maupun PDP. Selain masker, alat pelindung wajah atau Face Shield juga dibutuhkan saat menangani kasus Covid-19 ini.

Menanggapi langkanya persediaan APD, Dokter Ronald Melvianno, SpAn (39), seorang dokter anestesi di RSUD S. K. Lerik Kota Kupang mencoba inovasi baru membuat alat pelindung wajah sederhana. Bahan-bahan yang digunakan sangat murah dan mudah dijangkau.

Plastik mika jilid digunting sesuai ukuran wajah hingga telinga, ditempelkan karton, kemudian dihekter bersama karet jahit.

“Ini bisa dibuat untuk melindungi wajah saat bekerja. Karena harganya murah dan dari bahan sederhana, sekali pakai saja, setelah itu dibakar,” jelas dokter Ronald.

Selain menggunakan masker, tenaga medis harus memakai alat pelindung wajah karena percikan dahak saat batuk atau bersin dari pasien bisa saja mengenai bagian lain yang tidak tertutupi.

Awalnya, ia harus merawat ODP di rumah sakit tersebut dengan keterbatasan APD. Ia pun berinisiatif membuat APD sederhana untuk melindunginya dan rekan-rekannya selama bekerja. Usai membuat APD tersebut dan membagikan hasil inovasinya ke sosial media, banyak respon positif yang ia terima.

Kini, tak sedikit orang yang mencoba membuat alat pelindung wajah yang sama seperti miliknya, tentunya dengan bahan-bahan sederhana lain yang mudah didapatkan.

Terkait kelangkaan APD khususnya masker, Ronald berpendapat bahwa ada dua kelompok orang yang lebih berhak menggunakannya. Pertama, kelompok penderita dan keluarga dengan kontak erat.

Sedangkan kelompok kedua adalah tenaga kesehatan dan orang-orang yang bekerja di bagian pelayanan publik, seperti teller bank, customer service, dan beberapa profesi lain yang menuntut seseorang berhadapan langsung dengan pelanggan.

Namun, masker yang harus digunakan oleh dua kelompok tersebut telah diambil secara berlebihan oleh masyarakat. Hal tersebut membuat tenaga kesehatan kesulitan untuk mendapatkan masker untuk melindungi diri saat bekerja karena barang tersebut sudah langka. “Jangan panik!” pintanya.

Ronald menjelaskan, penularan Covid-19 seperti yang telah dikeluarkan WHO ialah melalui droplet dari percikan cairan penderita. Oleh karena itu, pencegahan yang paling penting untuk dilakukan ialah mencuci tangan dengan menggunakan sabun cair dan air mengalir.

Kisah Goris Buat dan Jual Parang untuk Menopang Ekonomi Keluarga

Masyarakat tidak perlu menggunakan masker jika dalam kondisi sehat, karena orang sakit lebih berpotensi menularkan virus tersebut ketika batuk atau bersin.

Kini, Ronald masih sering menggunakan alat pelindung wajah buatannya pada beberapa kesempatan. Jika tak ada jadwal operasi, ia bersama para perawat di ruangannya membuat banyak alat pelindung wajah sederhana itu untuk bisa digunakan terus menerus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM Intan Nuka )

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved