Polda NTT Cekal Pengusaha Terkait Korupsi Pengadaan Bibit Bawang Kabupaten Malaka

Selanjutnya, pada 11 Maret 2020, Direktur Utama CV. Timindo, Simeon Benu juga ditetapkan tersangka dan ditahan.

Polda NTT Cekal Pengusaha Terkait Korupsi Pengadaan Bibit Bawang Kabupaten Malaka
POS KUPANG.COM/RYAN NONG
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jo Bangun bersama Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Polda NTT Kombes Pol Heri Tri Maryadi saat jumpa pers di Mapolda NTT pada Kamis (12/3/2020) siang. 

Polda NTT Cekal Pengusaha Terkait Korupsi Pengadaan Bibit Bawang Kabupaten Malaka  

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) mengeluarkan surat pencekalan bepergian ke luar negeri kepada seorang pengusaha terkait kasus korupsi pengadaan bibit bawang Kabupaten Malaka NTT tahun 2018. 

Pencekalan tersebut dilakukan pihak Direktorat Reserse dan Kriminal Khusu Polda NTT pada Jumat Maret 2020.

"Terkait satu orang lagi yang belum ditahan dalam kasus ini sudah kita cekal. Baharudin Tony sudah kita keluarkan surat pencekalan ke luar negeri," ujar Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Polda NTT Kombes Pol Heri Tri Maryadi kepada POS-KUPANG.COM

Perwira dengan tiga melati tersebut mengatakan, pencekalan tersebut dilakukan karena kuasa Direktur pada CV Timindo yang menjadi pelaksana proyek pengadaan bibit bawang pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka tahun 2018 itu belum memenuhi panggilan pihak Polda NTT

Padahal sejatinya Baharudin Tony telah ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan delapan tersangka lainnya dalam kasus yang merugikan keuangan negara hingga Rp 4,9 miliar itu. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM, Baharudin yang telah dipanggil dua kali oleh Polda NTT itu tidak memenuhi panggilan dengan alasan sakit. Hal tersebut dikonfirmasi oleh penasehat hukum saat mendatangi Polda NTT pada 6 Maret 2020 lalu. Saat itu, Baharudin dikabarkan berada di Surabaya Jawa Timur untuk pengobatan. 

"Kita sudah lakukan pencekalan dan penasehat hukum telah menjamin saat berkoordinasi dengan kita," ujar Kombes Heri.

Ia menjelaskan, penasehat hukum bahkan telah menyampaikan ke pihak penyidik Subdit Tipikor bahwa Baharudin akan ke Kupang pada 4 April 2020.

"Ada konfirmasi dari PH-nya nanti tanggal 4 (April 2020) ke Kupang," katanya. 

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved