Corina Virus di NTT
Cegah Covid-19 Kawasan Kampung Adat Bena Ngada Ditutup, Simak Liputannya!
Kampung Adat Bena merupakan kampung adat tertua dan sisa peradaban megalitikum di daratan Flores, Nusa Tenggara Timur yang biasa ramai d
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan
POS-KUPANG.COM | BAJAWA --Kampung Adat Bena merupakan kampung adat tertua dan sisa peradaban megalitikum di daratan Flores, Nusa Tenggara Timur yang biasa ramai dikunjungi wisatawan.
Kampung Adat Bena di Desa Tiwo Riwu, Kecamatan Jerebu’u Kabupaten Ngada, berada di sebelah Timur Gunung Inerie (2.245 mdpl), dengan jarak 17,5 km dari kota Bajawa.
Saat ini kawasan tersebut sudah ditutup untuk sementara waktu sampai ada instruksi lebih lanjut dari Pemda Ngada.
Upaya itu dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di wilayah itu.
Kepala Desa Tiwo Riwu, Sirilus Waso, mengatakan, untuk sementara dalam waktu dua minggu ke depan, pihaknya menutup kampung adat ini dari kunjungan tamu dari luar.
Berdasarkan instruksi pemerintah daerah bahwa masyarakat harus mengisolasikan diri agar bisa mencegah virus corona .
• Bupati Paul Limu Alokasikan Rp 5 Miliar Untuk Antisipasi Covid-19 di Sumba Tengah
"Kami juga berharap masyarakat bisa mendengar instruksi pemerintah, agar penyebaran virus corona ini bisa dicegah," ungkap Sirilus, ketika dihubungi POS-KUPANG.COM, Jumat (27/3/2020).
Kata Sirilus, pesona Kampung Adat Bena sebagai sisa peradaban megalitikum yang masih bertahan hingga saat ini, memikat banyak pengunjung wisatawan domestik maupun manca negara yang datang untuk menyaksikan lebih dekat.
Sirilus mengaku pendapatan untuk kampung adat tersebut bisa mencapai puluhan juta dalam seminggu tergantung musim panas dan musim dingin.
• Wabah Corona Virus, Nasib Liga 1 2020, Sponsor dan Gaji Pemain Persib Bandung? Penjelasan Manajemen
Pandemi Covid-19 ikut berdampak pada pemasukan. Pemasukan menurun drastis di kampung tradisional Bena.
Warga Bena, Andreas Atu, mengatakan, sebelum mewabah virus corona, biasanya di musim dingin penghasilan dari kunjungan berbagai warga dalam negeri bahkan luar negeri di kampung wisata ini bisa mencapai Rp 10.000.000 per minggu.
Jumlah pendapatan meningkat di musim panas bisa mencapai Rp 30.000.000.
"Dari hasil tersebut akan disumbangkan ke setiap rumah adat ketika ada proses rehabilitasi. Namun, jumlah sumbangan tergantung dari proses pekerjaan rehab tersebut butuh anggaran besar atau tidak," jelas Andreas.
Andreas mengaku ketika isu wabah Corona merebak, pendapatan langsung tidak ada. Karena pengunjung tidak datang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kampung-adat-bena-di-desa-tiwo-riwu-kecamatan-jerebuu-ka.jpg)