ODP Covid-19 di Sumba Timur Bertambah Jadi 15 Kasus

Update terkait orang dalam pemantauan (ODP) covid-19 di Kabupaten Sumba Timur sampai dengan tanggal 25 Maret 2020 pukul 16.00 Wita

ODP Covid-19 di Sumba Timur Bertambah Jadi 15 Kasus
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Kadis Kesehatan Sumba Timur Dr. Chrisnawan Try Haryantana 

ODP Covid-19 di Sumba Timur Bertambah Jadi 15 Kasus

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU--Update terkait orang dalam pemantauan (ODP) covid-19 di Kabupaten Sumba Timur sampai dengan tanggal 25 Maret 2020 pukul 16.00 Wita. Sebelumnya tanggal 23 Maret 2020 dilaporkan hanya 11 ODP di Sumba Timur.

Hal ini disampaikan oleh Tim Posko Covid-19 Dinkes Sumba Timur di shere di group WatsApp Forum PRB sumba Timur dan Akun Facebook Posko Covid Sumba Timur, Kamis (26/3/2020).

Dalam data tersebut dijelaskan, untuk sementara pelaku perjalanan dari daerah terpapar sebanyak 64 orang. Dari 64 itu 15 diantaranya orang dalam pemantauan (ODP), sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) nihil atau 0 begitu juga dengan pasien positif covid-19 nihil alias 0.

Dalam data tersebut juga dijelaskan Tim Posko Covid-19 Sumba Timur, dari 15 ODP itu tersebar di Kota Waingapu sebanyak 9 kasus, Kambera 4 Kasus, Pandawai 1 kasus dan luar wilayah 1 kasus ODP.

Dijelaskan dari sisi usia untuk 15 ODP itu, 5-9 tahun 1 kasus, 15-19 tahun 1 kasus, 20-44 tahun 11 kasus dan 45-54 tahun sebanyak 2 kasus.

Sebelumnya Kadis Kesehatan Sumba Timur sekaligus Juru Bicara Posko Covid Dinkes Sumba Timur, dr Chrisnawan Try Haryantana menegaskan, demi mencegah penyebaran virus corona ini masyarakat diminta tetap di rumah, jaga kesehatan atau biasakan hidup bersih dan sehat. Bagi yang baru datang dari Negara/daerah yang terpapar virus corona diharapkan memberikan data diri, daerah yang dikunjungi, tanggal berangkat dan tanggal kembali.

Silverius Syukur Pastikan Paket Mia-Sil Siap Bertarung di Pilkada Mabar

Cegah Penyebaran Corona, 13 Lokasi Kerumunan Warga Maumere Dibubarkan Polres Sikka

Antisipasi dan Cegah Covid-19, Pemda Ende Jemput 200 Siswa Seminari di Mataloko

"Selain itu, gejala awal yang timbul dan tanggal mulai dirasakan. Apakah sudah pernah ke fasilitas kesehatan atau dokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan tanggal berapa dserta data yang diberikan harus benar sehingga mudah dalam pengontrolan petugas,"pungkas dr Chrisnawan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved