Kepala BPPSDMP Motivasi Jajaran untuk Tetap Semangat Bekerja

meskipun harus bekerja dari rumah, karena demi kepentingan seluruh jajaran Kementan maupun masyarakat mengantisipasi penyebaran

Kepala BPPSDMP Motivasi Jajaran untuk Tetap Semangat Bekerja
Dok. BBPP Kupang.
Prof. Dedi Nursyamsi, Kepala BPPSDMP saat teleconference dengan para pejabat unit pelaksana teknis (UPT) Lingkup BPPSDMP, Kamis (26/3). 

Kepala BPPSDMP Motivasi Jajaran untuk Tetap Semangat Bekerja

POS-KUPANG.COM I NOELBAKI--- Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi memotivasi jajaran di tingkat bawa termasuk BBPP Kupang, untuk tetap semangat bekerja.

Semangat ini perlu ditumbuhkan meskipun harus bekerja dari rumah, karena demi kepentingan seluruh jajaran Kementan maupun masyarakat mengantisipasi penyebaran wabah virus Corona.

Prof. Dedi Nursyamsi menyampaikan hal ini
dalam teleconference dengan para pejabat  unit pelaksana teknis (UPT) Lingkup BPPSDMP, Kamis (26/3).

Dalam tele conference di hadiri oleh drh. Bambang Haryanto selaku Kepala Balai di damping oleh beberapa pejabat strultural lingkup BBPP Kupang di ruang AOR BBPP Kupang.

Dikatakan, wabah virus Corona atau Covid-19 sudah mulai meresahkan Indonesia, Atas massifnya penyebaran virus Corona, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah mengambil langkah preventif untuk memutus rantai penularan Corona.

Salah satunya adalah dengan menerapkan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Kebijakan ini menyusul penetapan WHO yang menyebut Covid-19 sebagai pandemi global.

Kepala Badan mengingatkan kepada seluruh jajarannya, termasuk di antaranya BBPP Kupang
tetap semangat bekerja dan meningkatkan produktifitas meskipun harus bekerja dari rumah.

Kepala Badan mengingatkan untuk selalu jaga kesehatan terkait virus corona , selalu mempedomani dan Protokol Kewaspadaan yang direkomendasikan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan membuat menu untuk sosialisasi pencegahan COVID 19 dengan  kreasi masing-masing UPT.

"Penyebaran virus Corona, COVID-19 harus diwaspadai, tapi tidak harus membuat panik. Caranya? Hindari kerumunan dan menjaga jarak dengan orang lain minimal 1,5 meter atau social distancing sebagai Protokol Kewaspadaan," kata Prof. Dedi Nursyamsi. .

Halaman
12
Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved