Corona Virus di NTT
Pasien Dalam Pengawasan yang Dirujuk dari Ruteng ke Labuan Bajo Meninggal Dunia, Simak Info
Satu warga berinisial S yang dirujuk dari RSU dr Ben Mboi Ruteng, Manggarai ke RSUD Komodo Labuan Bajo pada Selasa (24/3/2020) malam dikab
Penulis: Gecio Viana | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana
POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Satu warga berinisial S yang dirujuk dari RSU dr Ben Mboi Ruteng, Manggarai ke RSUD Komodo Labuan Bajo pada Selasa (24/3/2020) malam dikabarkan meninggal dunia.
S yang merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ini dirujuk ke RSUD Komodo Labuan Bajo karena rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit rujukan yang ditunjuk pemerintah untuk menangani virus Corona (Covid-19).
Plh Sekda Manggarai Barat, Ismail Surdi dikonfirmasi per telepon Rabu (25/3/2020) pagi membenarkan.
"Iya, kita sedang rapat, kalau jelaskan sepotong-sepotong tidak enak," katanya diujung telepon genggamnya.
Sementara itu, pantauan POS-KUPANG.COM di RSUD Komodo Labuan Bajo tampak situasi cukup lengang.
Pihak keamanan rumah sakit tidak meloloskan satu pengunjung untuk melakukan pemeriksaan suhu badan menggunakan Thermo Gun.

Terlihat juga aparat kepolisian berjaga di area rumah sakit.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 20 warga di Kabupaten Manggarai Barat berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 1 warga lainnya masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (ODP).
Sebelumnya pada Sabtu (21/3/2020) lalu, tercatat sebanyak 11 warga ODP dan 1 warga lainnya masuk kategori PDP.
Kendati demikian, hingga saat ini Kabupaten Manggarai Barat tidak ditemukan warga yang diduga kuar positif Corona atau Covid-19.
Demikian disampaikan disampaikan Plh Sekda Mabar, Ismail Surdi saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (23/3/2020).
"Masih tetap di angka 21, sebanyak 20 ODP dan 1 PDP. Kalau PDP masih dalam pemantauan, sampai 14 hari dan akan kami sampaikan," katanya.
Diakuinya, warga yang berstatus ODP dan dikarantina di rumah terus dipantau perkembangannya.
"Kalau ODP menjalani di rumah masing-masing.
Karena macam-macam, ada juga karena bertemu dan tetap kita berjaga-jaga. Kami harapkan tidak ke hal negatif artinya positif (Covid-19)," ungkapnya.
Sementara itu, 1 warga berstatus PDP dirawat di ruang isolasi RSUD Komodo Labuan Bajo.
Pihaknya pun tidak merinci sebaran warga di Kabupaten Manggarai Barat yang berstatus ODP karena, lanjut Ismail, hal itu dapat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
"Saya tidak bisa sampaikan penyebarannya, karena memberikan rasa aman kepada masyarakat. Yang jelas ke 20 orang itu tetap di pantau tenaga kesehatan kami," tegasnya.
Ismail juga berharap media masa dapat berperan lebih aktif dalam mengsosialisasikan bagaimana mencegah penyebaran virus Corona.
Kepada masyarakat, pihaknya mengimbau untuk menerapkan pola hidup sehat dan menaati imbauan pemerintah terkait social distancing.
"Saat ini anak sekolah sedang diliburkan untuk isolasi diri. Tapi jangan berkumpul, untuk masyarakat tinggal melakukan kegiatan hidup sehat, cuci tangan," katanya.
"Virus ini kita tidak dapat lihat, sehingga kita harus rajin cuci tangan dan menjaga jarak dengan orang lain harus diterapkan," tambahnya.
Sementara itu, demi pencegahan dan antisipasi penyebaran virus, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat juga telah menginstruksikan untuk para ASN untuk bekerja di rumah.
"ASN juga akan kerja di rumah sesuai instruksi Gubernur NTT, akan berkerja di rumah demi meminimalisir penyebaran (Covid-19)," katanya.
• Pemain Persib Bandung Pilih Pulang Kampung, Ini Jadi Pemicunya Sima Info