News

Miris, Pasca Pencabutan Kejadian Luar Biasa, Demam Berdarah Dengue Cabut Lagi Nyawa Pelajar Sikka

"Memang benar, korban meninggal dunia akibat serangan DBD. Ini baru selesai pemakaman," ujar Kepala Desa Ladogahar, Firmus Mitang

Penulis: Eugenius Moa | Editor: Benny Dasman
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO'A
Bakti sosial pembersihan sampah, Kamis (12/3/2020) pagi di Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok Barat, Kota Maumere, Pulau Flores. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Egy Moa

POS KUPANG, COML MAUMERE - Saat Pemerintah Kabupaten Sikka mencabut status Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD), remaja kelas V SDI Inpres di Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, 15 kilometer arah barat Kota Maumere, Maria Fransiska Renis, dilaporkan meninggal dunia, Rabu (18/3).

"Memang benar, korban meninggal dunia akibat serangan DBD. Ini baru selesai pemakaman," ujar Kepala Desa Ladogahar, Firmus Mitang, dihubungi Pos Kupang, Rabu (18/3) petang.

Firmus menjelaskan, korban masuk Rumah Sakit Sta. Elisabteh Lela, Sabtu (14/3) sampai Minggu (15/3). Karena kondisi kesehatan sangat berat dirujuk ke RSUD TC Hillers Maumere, namun hanya sehari dirawat, Senin (16/3) dini hari, sekitar pukul 01.00 Wita, korban meninggal dunia.

Kematian murid SD diharapkan Firmus semakin menyadarkan warganya soal bahaya serangan DBD. Hingga hari Rabu, lima warga Ladogahar terkena DBD dan empat orang mengalami kesembuhan.

"Kami lakukan pemberantasan sarang nyamuk setiap hari mulai pukul 07.00-10.00 Wita, sejak bulan Februari. Dengan kasus kematian semakin menyadarkan mereka," kata Firmus.

Kepala Dinas Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus, Rabu siang membantah kematian dua warga Sikka yang terjadi sejak Senin sampai kemarin bukan karena DBD.

"Oh tidak, diagnosanya tidak mengarah ke sana (DBD). Bukan penyebabnya DBD. Jangan berpikir ambulannce bunyi mati DBD," tandas Herlemus, Rabu (18/3/2020).

Seiring menurunnya penderita DBD yang dirawat, pemerintah Kabupaten Sikka mencabut status Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD) mulai, Rabu (18/3).

"Penderita DBD cenderung menurun pada minggu kedelapan sampai saat ini memasuki minggu ke-12 bulan Maret 2020. KLB DBD hari ini resmi dicabut," kata Kepala Dinas Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus, kepada wartawan Rabu (18/3) siang.
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, menetapkan KLB DBD sejak tanggal 21 Januari 2020.

Kondisi hari Rabu (18/3), demikian Herlemus, penambahan kasus baru hanya tiga orang, di Kecamatan Lela dua orang dan seorang dari Kecamatan Koting. Total kasus sebanyak 1.396 kasus dengan 14 korban meninggal dunia sejak bulan Januari 2020.

"Dikhawatirkan kalau (pasien) observasinya banyak karena peluang munculnya kasus baru akan banyak. Namun kecamatan yang banyak penderita, Nita hari ini hanya dua pasien diobservasi dan satu orang dari Magepanda," kata Herlemus. *

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved