APD Virus Corona Covid-19 Terbatas, Pemda TTU Berharap Bantuan Pemprov NTT

Alat Perlengkapan Diri ( APD) terbatas, Pemda TTU berharap bantuan Pemprov NTT

APD Virus Corona Covid-19 Terbatas, Pemda TTU Berharap Bantuan Pemprov NTT
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Penjabat Sekda TTU, Fransiskus Tilis 

Alat Perlengkapan Diri ( APD) terbatas, Pemda TTU berharap bantuan Pemprov NTT

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Saat ini, Alat Perlengkapan Diri ( APD) seperti masker, sarung tangan, dan hand sanitizer yang dijual di apotik dan pusat perbelanjaan sudah sangat langka.

Bahkan, pemerintah daerah Kabupaten TTU mengaku sudah tidak memiliki stok APD lagi. Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten TTU meminta kepada pemerintah provinsi untuk membantu mengadakan APD.

Dokter Ria Tahun: Susah Cari Alkohol 70 Persen dan Hand Sanitazer

"Dan sementara semua sudah dipesan terpusat Dinas Kesehatan Provinsi," kata Penjabat Sekda TTU, Fransiskus Tilis saat ditemui POS- KUPANG.COM diruang kerjannya, Senin (23/3/2020).

Fransiskus mengatakan, apabila nantinya APD tersebut sudah ada, maka pemerintah provinsi akan membagikan APD tersebut kepada seluruh rumah sakit umum daerah termasuk RSUD Kefamenanu.

Dijelaskannya, pemerintah Kabupaten TTU tidak memiliki anggaran khusus yang diplotkan untuk mengadakan APD tersebut. Namun dengan adanya Covid-19, pihaknya menggunakan dana tak terduga.

Mencegah Corona Covid-19, Penerbangan dan Pelayaran di NTT Tidak Ditutup, Ini Alasannya

"Apabila dana tak terduga tidak mencukupi, maka DAK reguler di bidang kesehatan bisa sebagian kita alihkan untuk mempersiapkan APD dalam rangka penanganan penyebaran covid-19," ujarnya.

Setelah DAK reguler tersebut digunakan, ungkap Fransiskus, nantinya baru disesuaikan pada sidang perubahan, sebab sudah ada dasar hukum yang menjadi payung hukumnya dari kebijakan tersebut yakni surat menteri kesehatan RI.

"Supaya bisa menggunakan dana DAK reguler untuk mengantisipasi virus ini. Jadi kekurangan alat kita bisa pakai uang itu. Tapi mumpung kita masih ada dana tak terduga maka kita minta dinas kesehatan dan RSUD Kefamenanu untuk bisa menghitung semua kebutuhan. Jadi apabila dana tak terduga tidak cukup maka kita akan gunakan DAK reguler bidang kesehatan," terangnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved