Salam Pos Kupang

Kembalinya Sang Perantau

Mari membaca dan simak isi Salam Pos Kupang berjudul: Kembalinya Sang Perantau

Kembalinya Sang Perantau
Dok
Logo Pos Kupang

Mari membaca dan simak isi Salam Pos Kupang berjudul: Kembalinya Sang Perantau

POS-KUPANG.COM - VIRUS Corona merebak. Tak menyurutkan niat umat Keuskupan Ruteng untuk bermadah, mengucap syukur, bersuka cita, bersatu dalam doa. Mereka dengan berbagai ekspresi dan nada mengantar sang gembala, Mgr. Siprianus Hormat, menuju altar pentahbisan, Kamis (19/3). Selamat datang uskup di Bumi Congkasae.

Manggarai berpesta iman. Tuhan telah melimpahkan berkatnya bagi Keuskupan Ruteng. Pada bulan November 2019 orang yang dipilih menjadi Uskup Keuskupan Ruteng diumumkan. Sang perantau kembali untuk membangun Manggarai Raya (Manggarai Barat, Manggarai dan Manggarai Timur).

Penanganan Covid-19, Polda NTT dan Polres Gelar Operasi Terpusat Kontijensi Aman Nusa II 2020

Kegembiraan umat Manggarai Raya menjadi lebih nyata ketika Mgr. Sipri Hormat ditahbiskan untuk mulai pekerjaannya melayani umat. Semua menyambutnya dengan hati gembira dan penuh sukacita. Hal ini terlihat dari pancaran wajah-wajah umat. Mereka 'berkorban' datang dari berbagai penjuru menghadiri misa pentahbisan di tengah kegalauan menyebarnya virus Corona.

Kita bersyukur karena seluruh rangkaian acara pentahbisan mulai dari penjemputan di Labuan Bajo hingga seremoni pentahbisan berjalan lancar. Keuskupan Ruteng sudah memiliki uskup baru berkat doa seluruh umat selama setahun lebih.

Tidak Ada Destinasi Wisata Super Premium Labuan Bajo yang Dibuka Selama 2 Minggu

Menjadi orang nomor satu di wilayah Keuskupan Ruteng yang merupakan keuskupan terbesar di Indonesia dengan jumlah umatnya hampir satu juta jiwa, tentu bukan pekerjaan mudah bagi Mgr. Sipri Hormat. Apalagi ditahbisnya Mgr. Sipri bertepatan dengan umat Keuskupan Ruteng melaksanakan Tahun Kegembalaan.

Sebagai gembala, seorang uskup perlu memperhatikan semua orang beriman di keuskupannya dalam semangat kerasulan dan ekumenis. Demi untuk perkembangan dan kemajuan iman umat pada gereja setempat serta menjaga kesatuan yang utuh dengan gereja universal, uskup harus mewartakan injil, merayakan sakramen-sakramen, bekerja sama, memberi perhatian dan mendampingi para imam serta membina umat dengan bantuan Roh Kudus.

Bagi Mgr. Sipri, penyambutan umat yang luar biasa disebut sebagai ketulusan dan kerinduan panjang. Namun di balik itu tersirat sebuah harapan besar untuk mewujudkan tugas kegembalaannya dengan baik. Tanpa cela. Tanggung jawab besar itu tentu tak bisa dijalankannya sendirian. Ia selalu bertopang pada kasih Tuhan.

Seorang gembala harus merendahkan diri dan mengorbankan diri untuk orang-orang yang dikasihinya.

Uskup mesti menjadi seorang bapak yang berdoa untuk gerejanya, bagi semua dan setiap anaknya. Uskup senantiasa berdialog dalam doa dengan Allah, yang bertolak dari setiap orang dan situasi yang dia jumpai. Paus Fransiskus melukiskan doa seorang uskup secara menarik dengan berkata: 'doa itu merupakan negosiasi dengan Allah bagi umatnya.'

Semoga uskup yang baru menjadi abdi dalam hal doa, dan semoga Keuskupan Ruteng yang dipercayakan kepada beliau menjadi komunitas iman dan komunitas doa yang terus mewartakan injil Kristus dengan setia kepada setiap orang melalui perkataan dan perbuatan. Hindari perpecahan, kesewenang-wenangan, dengan segala bentuk kekerasan, apalagi terpola dalam suku dan golongan.

Umat Keuskupan Ruteng juga agar terus mendoakan Mgr. Sipri dan uskup-uskup lainnya, memohon kepada Tuhan menopang hidup mereka dalam karya pengembalaan. Doa akan membantu setiap anggota gereja untuk memandang uskup mereka dengan sikap penuh iman, sebagai orang yang mewakili "Bapa-Nya Yesus Kristus." *

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved