Rupiah Melemah
Kabar Buruk,Rupiah Melemah hingga Level Rp 16.037 Per Dolar AS, Terancam Krisis? Ini kata Praktisi
Kabar Buruk, Rupiah Melemah hingga Level Rp 16.037 Per Dolar AS, Terancam Krisis? Ini Kata Praktisi
Kabar Buruk, Rupiah Melemah hingga Level Rp 16.037 Per Dolar AS, Terancam Krisis? Ini Kata Praktisi
Pada laman Bloomberg, hingga hari ini, Jumat (20/3/2020) pukul 10.18 WIB, rupiah berada pada level Rp 16.037 per dolar AS.
Angkat tersebut terpantau melemah sebesar 0,79 persen dibanding penutupan pada sebelumnya yang berada pada angka Rp 15.912 per dolar AS.
• INNALILAHI, Jumlah Pasien Corona Meninggal di Indonesia Jadi 32, Positif Terjangkit 369 Orang
Apakah Indonesia bakal mengalami krisis ekonomi seperti tahun 1998?
Alasannya adalah muncul berita baik dari China yang melaporkan tidak adanya kasus penularan baru di episentrum wabah virus corona di provinsi Hubei untuk hari kedua.
• 5 Selebriti Hollywood Ini Positif Corona Covid-19, Ini yang Mereka Lakukan Patut Ditiru Loh!
"(Selain itu) dengan positifnya indeks saham AS kemarin, bisa menjadi sentimen positif untuk pasar keuangan hari ini," kata Ariston.
Ariston mengatakan, indeks saham Australia, Korea dan Hongkong bergerak positif di awal perdagangan hari ini.
Sehingga berpeluang mendorong penguatan rupiah.
"Rupiah berpotensi turut menguat mengikuti sentimen positif pasar keuangan," jelasnya.
Sementara itu, VP Economist Bank Permata, Josua Pardede mengatakan dengan bauran kebijakan Bank Indonesia (BI) yang diumumkan kemarin, diharapkan dapat mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi, sehingga dapat memitigasi dampak perlambatan yang dipengaruhi oleh virus corona.
• Ini Tips Sederhana dari Aa Gym Agar Tenang Menghadapi Virus Corona
"Pada saat yang bersamaan dapat menjaga confidence pelaku pasar dengan 7 bauran kebijakan lainnya untuk mendorong stabilitas pasar, terjaganya kondisi likuiditas rupiah dan valas," katanya.
Ariston memproyeksikan kurs rupiah hari ini berada pada kisaran Rp 15.500 per dollar AS sampai dengan Rp 16.000 per dollar AS.
Dilansir bloomberg.com, Bank Indonesia menurunkan tingkat pembelian kembali tujuh hari sebesar 25 basis poin menjadi 4,50 persen pada Kamis (19/3/2020), sejalan dengan perkiraan 14 dari 26 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg.
Tiga memprediksi pergerakan 50 basis poin dan sisanya tidak melihat perubahan.
Virus ini diperkirakan akan semakin melemahkan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, dengan Bank Indonesia sekarang memproyeksikan pertumbuhan tahunan sebesar 4,2 persen hingga 4,6 persen untuk tahun ini, turun dari perkiraan sebelumnya 5 persen hingga 5,4 persen, kata Gubernur Perry Warjiyo.
• Perhatian! 5 Mitos Terkait Virus Corona COVID-19 Ini Sudah Tersebar Luas, Begini Fakta Sesungguhnya
Bagian paling bawah proyeksi akan menjadi perluasan paling lambat sejak 2003.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dolar-menguat.jpg)