Rabu, 22 April 2026

Remaja SD Asal Ladogahar, Sikka Meninggal DBD

remaja kelas V SDI Inpres di Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Maria Fransiska Renis, dilaporkan meninggal dunia.

Penulis: Eugenius Moa | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/EUGINIUS MOA
Kepala Dinas Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus. 

Remaja   SD  Asal   Ladogahar, Sikka  Meninggal DBD

POS-KUPANG.COM |MAUMERE--Tepat dihari  Rabu  (18/3/2020), pemerintah Kabupaten  Sikka mencabut  status   Kejadian Luar Biasa  (KLB) demam berdarah  dengue  (DBD), remaja  kelas V  SDI  Inpres di  Desa  Ladogahar, Kecamatan Nita,15 Km arah barat  Kota Maumere,   Pulau  Flores,   Maria  Fransiska Renis, dilaporkan meninggal  dunia.

“Iya memang  benar, korban  meninggal dunia  akibat   serangan   DBD. Ini baru selesai pemakaman,” kata  Kepala Desa  Ladogahar, Firmus Mitang,  dihubungi  POS-KUPANG.COM, Rabu   (18/3/2020)  petang.

Firmus menjelaskan,  korban  masuk  RS Sta.Elisabteh  Lela, Sabtu  (14/3/2020)  sampai  Minggu  (15/3/2020). Karena kondisi  kesehatan  sangat  berat dirujuk  ke  RSUD  dr.TC.Hillers Maumere,namun hanya sehari  dirawat,  Senin  (16/3/2020) dini hari sekitar  pukul  01.00  Wita meninggal dunia.

Kematian  murid  SD diharapkan Firmus semakin menyadarkan warganya  bahaya serangan  DBD.  Hingga  hari  Rabu, lima warga  Ladogahar   terkena   DBD dan empat  orang mengalami kesembuhan.

“Kami  lakukan  pemberantasan  sarang nyamuk  setiap  hari   mulai  pukul  07.00-10.00  Wita, sejak  bulan  Februari.Dengan  kasus  kematian  semakin  menyadarkan  mereka,”  kata Firmus.      

Kepala  Dinas Kesehatan  Sikka,  Petrus   Herlemus,  Rabu siang membantah  kematian  dua   warga   Sikka  yang terjadi  sejak   Senin  sampai  kemarin bukan  karena   DBD.

Kapolres Ariasandy Sukses Damaikan Bupati Tahun dan DPRD TTS Hanya Lewat Makan Siang

Dekati Ayu Ting Ting, Didi Riyadi Beri Jawaban Mengejutkan Saat Ditanya Kesiapan Jadi Ayah Bilqis

Dekati Ayu Ting Ting, Didi Riyadi Beri Jawaban Mengejutkan Saat Ditanya Kesiapan Jadi Ayah Bilqis

“Oh  tidak.  Diagnosanya  tidak mengarah kesana (DBD). Bukan penyebabanya DBD. Jangan berpikir  ambulans bunyi    mati  DBD,”  tandas   Herlemus,  Rabu  (18/3/2020).  (laporan Reporter POS-KUPANG.COM, eginius  mo’a).

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved