Kamis, 9 April 2026

PPL Buat Kebun Contoh Biar Tunjuk Kepada Masyarakat Matim

produksi dan produktivitas komodi pertanian baik komoditi ketahanan pangan hortikultura, perkebunan dan peternakan.

Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ARIS NINU
Rakor Pertanian di Aula Kevikepan Borong, Matim. 

PPL Buat Kebun Contoh Biar Tunjuk Kepada Masyarakat Matim

POS-KUPANG.COM |RUTENG--Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur (Matim) mengadakan rapat koordonasi (Rakor) pembangunan pertanian, peternakan dan ketahanan pangan tingkat kabupaten Tahun 2020.

Rakor ini dilakukan bersamaan dengan Hari Kopi Nasional tanggal 11 Maret setiap tahunnya.

Rakor yang berlangsung di Aula Kevikepan Borong ini berlangsung dua hari yakni Rabu (11/3/2020) dan Kamis (12/3/2020).

Saat rakor hadir anggota DPR RI dari Komisi IV fraksi NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat, Wakil Bupati Matim, Drs. Jaghur Stefanus, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Matim, Ny. Aleksandrina Anggal, Direktur Pembiayaan Dirjen PSP, Lukman Irwan, dan Kepala Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan, Johanes Sentis.

Hadir pula anggota DPRD Matim, Kepala Dinas Peternakan, Maksimus Mujur Nohos dan seluruh Pegawai Penyuluhan Lapangan (PPL) di daerah itu.

Bupati Matim, Agas Andreas, SH,M.Hum dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wabup Jaghur pada kesempatan itu menjelaskan, pembangunan sektor pertanian di Matim memiliki peran strategis yang digambar melalui kontribusi yang nyata dalam penyediaan bahan pangan penyerapan tenaga kerja dan sumber pendapatan serta pelestarian lingkungan melalui praktek usaha tani yang ramah lingkungan.

Maka itu, kata Wabup Jaghur, upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai melalui peningkatan produksi dan produktivitas komodi pertanian baik komoditi ketahanan pangan hortikultura, perkebunan dan peternakan.

Namun pada kenyataannya, kata Wabup Jaghur, produktivitas komoditas pertanian masih berada di bawah potensi yang sebenarnya dan berada di bawah standar nasional.

Ia mengungkapkan, masalah utama pembangunan pertanian dan peternakan di Matim yakni, pertama, rendahnya produktivitas hasil pertanian persatuan luas.

Kedua, rendahnya kualitas mutu hasil pertanian dan peternakan.

Ketiga, persediaan pakan ternak tidak kontinyu sepanjang tahun.

Keempat, sulit mendapatkan hijauan yang berkualitas terutama pada musim kemarau.

Kelima, pola konsumsi pangan yang beragam hal ini terjadi karena berbagai kendala yang dihadapi antara lain ketersediaan air dan lahan semakin berkurang.

Selain itu, penurunan kuantitas dan kualitas sumber daya lahan pertanian terjadinya ahli fungsi lahan fungsional distribusi pupuk dan benih yang tidak tepat waktu terbatasnya jumlah penyuluh pengamat organisme pengganggu tanaman pengawas benih tanaman dan petugas kesehatan hewan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved