News Analysis : Posisi Bergaining Antar Partai Koalisi Dapat Dibangun Melalui Dialog dan Negosiasi

analisis terkait peluang koalisi antar parpol di Pilkada serentak di 9 kabupaten di NTT tahun 2020 ini.

News Analysis : Posisi Bergaining Antar Partai Koalisi Dapat Dibangun Melalui Dialog dan Negosiasi
Dok
Drs. Ahmad Atang, M.Si

News Analysis : Posisi Bergaining antarpartai Koalisi Dapat Dibangun Melalui Dialog dan Negosiasi

POS-KUPANG.COM I KUPANG---Pengamat Politik dari Universitas Muhammadyah Kupang, NTT, Dr. Ahmad Atang memberi analisis terkait peluang koalisi antar parpol di Pilkada serentak di 9 kabupaten di NTT tahun 2020 ini.

Ahmad Atang kepada Pos-Kupang.com di Kupang, Selasa (10/3) menjelaskan, dalam menghadapi pilkada di sembilan kabupaten, partai politik pengusung pasangan calon harus membangun koalisi.  Persoalan format koalisi dan posisi bergaining antarpartai koalisi dapat dibangun melalui dialog dan negosiasi.

Pilihan mitra koalisi selalu didasarkan pada kepentingan politik jangka pendek dan cenderung pragmatis dan sedikit yang karena kesamaan ideologis.

Karena itu,  pertimbangan konteks lokalis kadang juga menjadi rujukan koalisi. Pilihan koalisi antarpartai tidak selalu sama antara satu daerah dengan daerah yang lain.

Sungguhpun begitu secara internal boleh jadi ada pertimbangan politis hubungan antarpartai. PDIP misalnya,  secara psikologis politis  memiliki jarak politik dengan NasDem sehingga akan menghindari koalisi antarkeduanya.

Kasus di Kabupaten Ngada dapat menjadi rujukan untuk membangun argumen ini dan bisa jadi akan diikuti dengan kabupaten lain. Relasi politik antarpartai memberikan garansi terhadap kerja-kerja politik,  sehingga ganjalan politik dapat menjadi batu sandungan dalam membangun koalisi.

PDIP sebagai partai besar dengan jumlah kursi signifikan akan mengambil sikap politik sebagai pengusung bukan sebagai pendukung. Oleh karena itu,  PDIP akan selektif membangun mitra koalisi

Jika kita runut relasi antara PDIP dan NasDem sesungguhnya di tingkat sama- sama merupakan partai pendukung pemerintah.  Namun belakangan keduanya mengambil sikap politik yang berbeda untuk kepentingan  2024.

Di tingkat lokal,  Nasdem dan PDIP merupakan rivalitas di pilgub yang dimenangkan oleh NasDem-Golkar.

15 Warga di Nagekeo Positif DBD, Berikut Penjelasan Pihak Dinkes Nagekeo!

Nia Ramadhani Cemburu Berat dan Menyesal Sudah Titipkan Buah Hatinya Pada Wanita Ini, Ada Apa?

Sejumlah Daerah di NTT Berpotensi Terjadi Hujan Sedang Hingga Lebat Hari Ini, Simak Penjelasannya!

Sikap politik PDIP terhadap kekuasaan NasDem sering berseberangan, sehingga indikasi ini dapat menjadi sinyal bahwa PDIP memang lebih nyaman dengan partai lain dibandingkan NasDem untuk berkoalisi dalam menghadapi pilkada serentak nanti.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)


Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved