Grace Terseret Banjir Saat Rekreasi
Naas menimpa Grace Subyanto (32). Warga Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat ini tewas terseret banjir saat rekreasi di Air Terjun Waimarang
POS-KUPANG.COM | WAINGAPU -Naas menimpa Grace Subyanto (32). Warga Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat ini tewas terseret banjir saat rekreasi di Air Terjun Waimarang, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Senin (9/3/2020) sekitar pukul 12.00 Wita.
Kapolres Sumba Timur AKBP Handrio Wicaksono, SIK melalui Kasubag Humas AKP I Made Murja menjelaskan, Grace bersama empat rekannya, Frans Julius (34), Suci Wijaya (31), Rusije (34) dan Audric Irawan Tedjokusumo (33), rekreasi di Air Terjun Waimarang.
• TB Gramedia Basar Murah di Kantor Gubernur NTT
Sebelumnya, korban bersama empat rekannya sempat diminta oleh Alvina Konganaha, warga setempat yang berjualan di lokasi tersebut, agar tidak ke lokasi air terjun karena sedang turun hujan.
"Namun korban bersama empat rekannya tetap ke lokasi air terjun tersebut," kata Made ketika dikonfirmasi, Selasa (10/3).
Berselang satu jam, warga yang biasa berjualan turun ke lokasi Air Terjun Waimarang. Warga menemukan empat orang sedang berlindung di pinggir kali. Sedangkan seorang lainnya dinyatakan hilang.
• Penyakit ASF Belum Ada Vaksin dan Obat, Satu-satunya Cara adalah Biosecurity
Kemudian warga kembali ke lokasi parkiran dan mencari pertolongan. Beberapa saat kemudian datang suami Alvina, Dominggus Laki Ruda dan anaknya Erikson H Hamapinda serta kakeknya. Ketiganya mencari korban.
Sekitar pukul 17.00 Wita, Erikson bersama kakeknya menemukan korban dalam keadaan tersangkut pada batu ditengah kali yang berjarak sekitar 700 meter dari lokasi air terjun tempat korban dan temannya mandi.
Saat ditemukan, korban dalam posisi kepala dalam air, kaki di atas permukaan air. Kondisi korban tidak berkesan, hanya tersisa bra.
Pada pukul 17.15 Wita, anggota Polsek Umalulu tiba di lokasi kejadian dan langsung ke tempat ditemukan korban. Saat itu warga sedang mengevakuasi korban dari dalam kali.
Polisi bersama warga membawa korban ke lokasi parkiran dengan cara memikul menggunakan sarung dan kayu yang dipikul secara bergantian dengan kondisi jalan yang sempit, licin dan terjal.
"Korban dibawa ke Puskesmas Melolo untuk dilakukan pemeriksaan luar oleh dokter dan ditemukan luka di dahi, pelipis kanan, kaki dan lutut. Kemudian korban dirujuk ke RSK Lindimara dan selanjutnya dibawa ke Waikabubak," terang Made.
Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Timur, Yudi Umbu TT Rawambaku menegaskan, tidak ada titik yang membahayakan di Air Terjun Waimarang.
"Waimarang itu aman dan myaman, sebenarnya ini sebuah kecelakaan atau tragedi alam yang menimbulkan korban. Secara manusiawi, kami sangat menyesal dan berduka cita yang mendalam akan kematian ananda terkasih, semoga sanak keluarga yang ditinggalkan mendapat penghiburan," tulis Yudi dalam pesan WhatsApp yang dikirim kepada Pos Kupang.
Sekretaris Pelaksana Badan Peanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Timur, Herry Ratucoreh mengatakan, perlu ada keseriusan penanganan mitigasi bencana. Hal ini nenurutnya sangat penting dalam menjaga keberlangsungan sektor pariwisata.
"Berkaca pada 2 kejadian di lokasi wisata Air Terjun Tanggedu dan Waimarang. Keseriusan penanganan mitigasi bencana sangat penting dalam menjaga keberlangsungan sektor pariwisata," kata Herry, Selasa (10/3). (rob)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/perempuan-asal-sumba-barat-tewas-terseret-banjir-saat-rekreasi-di-air-terjun-waimarang-sumba-timur.jpg)